PASURUAN,TitikSatu.com – Bursa Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan mengerucut setelah Muscab beberapa hari lalu. Salah satu nama yang mencuat adalah Abdul Karim. Politisi muda ini masuk dalam empat besar pemetaan awal DPP PKB, sebelum akhirnya berkembang menjadi delapan kandidat.
Selain Abdul Karim, sejumlah nama kuat juga turut menghiasi bursa. Di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat serta petahana Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal.
Karim sendiri bukan orang baru di partai besutan Muhaimin Iskandar itu. Dalam kontestasi legislatif terakhir, ia tercatat sebagai peraih suara terbanyak kedua di internal PKB dengan raihan 13.607 suara, tepat di bawah Samsul Hidayat. Modal elektoral itu menjadi salah satu faktor yang membuat namanya diperhitungkan di level pusat.
Dari sisi jejaring, Karim dikenal memiliki komunikasi kuat dengan berbagai kalangan. Hubungan dengan ulama terjalin sejak lama, terutama karena rekam jejaknya sebagai mantan Ketua IPNU dan kini menjabat Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan.
Di sisi lain, kedekatan dengan kalangan umara juga terbangun. Ia juga mengklaim punya kesamaan visi dengan Bupati Pasuruan dalam sejumlah agenda pembangunan daerah. Tak hanya itu, Karim juga cukup akrab dengan kalangan milenial, berbekal pengalaman sebagai Ketua KNPI.
Disinggung soal kesiapan maju sebagai Ketua DPC, Karim menegaskan sikapnya sebagai kader partai. “Sebagai kader, ya harus siap. Apalagi ini sudah masuk pemetaan DPP dan DPW, tentu sudah melalui penjaringan dari bawah dan banyak parameter yang dipakai,” ujarnya.
Terkait tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Karim mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Ia merasa sudah cukup berpengalaman karena pernah mengikuti proses serupa saat diusulkan sebagai Ketua DPRD.
“Tidak ada persiapan khusus. Dulu sudah pernah merasakan fit and proper test,” imbuhnya.
Ke depan, Karim juga mematok target realistis untuk PKB Kabupaten Pasuruan. Pada Pemilu 2029 mendatang, ia menargetkan peningkatan jumlah kursi di DPRD.
“Targetnya tentu naik. Secara realistis, maksimal bisa sampai 18 kursi,” tegasnya. (rif)













