Home / Hukum & Kriminal

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:53 WIB

Bongkar Jaringan Pengedar Uang Palsu, Empat Pelaku Diamankan

Pasuruan, TitikSatu.com-Peredaran uang palsu yang sempat membuat resah warga Kabupaten Pasuruan akhirnya berhasil dihentikan aparat kepolisian. Kasus ini terungkap setelah seorang pelaku tertangkap tangan membelanjakan uang palsu di sebuah toko kelontong.

Dari pengungkapan awal tersebut, jajaran Polsek Gempol Polres Pasuruan langsung melakukan pengembangan. Hasilnya, polisi membongkar jaringan peredaran uang palsu lintas daerah hingga ke luar Jawa Timur. Aparat bahkan berhasil menangkap pembuat uang palsu yang beroperasi di wilayah Subang, Jawa Barat.

Dalam perkara ini, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka dengan peran berbeda-beda. Dua di antaranya, W dan M, warga Kabupaten Sidoarjo, berperan sebagai pengedar. Sementara RG, warga Jombang, berfungsi sebagai pemasok. Adapun LS, warga Subang, Jawa Barat, diketahui sebagai produsen atau pembuat uang palsu.

Baca Juga  Tidak Pro Rakyat, Pendemo Sebut DPR, Dewan Pemerkosa hak Rakyat. Minta DPR Dibubarkan

Saat ditangkap, LS bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan. Ia bahkan menunjukkan langsung kamar yang digunakan sebagai lokasi produksi uang palsu.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti yang cukup lengkap. Di antaranya uang palsu siap edar dengan total nominal Rp 3.950.000, peralatan produksi berupa laptop, printer, cat, serta kertas khusus. Selain itu, turut diamankan alat komunikasi dan kendaraan yang digunakan untuk operasional jaringan tersebut.

Baca Juga  Polres Pasuruan Tangkap Pengedar Sabu di Prigen, Beserta 30 Poket Siap Edar

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengapresiasi kinerja jajarannya atas keberhasilan mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, kejahatan peredaran uang palsu merupakan tindak pidana serius karena merugikan banyak pihak dan berdampak langsung terhadap perekonomian.

“Pengungkapan jaringan peredaran uang palsu lintas wilayah ini menunjukkan kesigapan jajaran Polsek Gempol, khususnya Unit Reskrim, dalam menindak tegas kejahatan yang sangat merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga  Penyidik Diusut Propam, Pelapor Tagih Janji Kapolres Buka Penyelidikan Kasus ITE

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan selalu memeriksa keaslian uang yang diterima menggunakan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

“Jika menemukan indikasi peredaran uang palsu, segera laporkan kepada kepolisian agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1) dan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, juncto Pasal 374 dan 375 KUHP (UU Nomor 1 Tahun 2023), dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun. (ant/man)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Mobil Hilang Kendali, Cak Pardi Mati Tabrakan

Hukum & Kriminal

Korupsi Hibah PKBM Pasuruan, Kejari Amankan Rp 2,5 Miliar dan Sertifikat Tanah

Hukum & Kriminal

Tujuh Remaja Diduga Terlibat Gangster Diciduk

Berita

Jajaran Polres Pasuruan Sukses Ungkap Jaringan Kampung Narkoba dan TPPU Rp 3 Miliar

Hukum & Kriminal

Kades di Pasuruan Ditangkap Polisi, Gelapkan 3 Mobil Rental Demi Penuhi Gaya Hidup

Hukum & Kriminal

Gerak Cepat Polisi Pasuruan Ringkus Pelaku Tabrak Lari

Berita

Eksepsi Kasus Perusakan Makam, Dakwaan JPU Tak Ungkap Pelaku Utama

Hukum & Kriminal

Bandar Narkoba Kelas Kakap Diringkus di Bali, Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Disita