Home / Hukum & Kriminal

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:34 WIB

LSM Laporkan Dugaan Pungli Rekrutmen RSUD Grati ke Polisi

PASURUAN,TitikSatu.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam rekrutmen tenaga kerja di RSUD Grati, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan ke Polres Pasuruan Kota. Laporan itu disampaikan sejumlah LSM yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Garansi), Selasa (20/1).

Ketua LSM Aliansi Masyarakat Cinta Damai (AMCD) Hanan mengatakan, laporan tersebut berangkat dari keterangan seorang saksi bernama Erik yang disampaikan dalam forum pertemuan gabungan LSM. Pertemuan itu digelar dua kali, masing-masing di wilayah Kota Pasuruan dan Kota Malang.

Menurut Hanan, informasi awal berasal dari pengakuan seorang pihak berinisial PYO, yang disebut dimintai sejumlah uang agar adik iparnya diloloskan dalam proses penerimaan kerja di RSUD Grati. Dugaan permintaan uang itu terjadi pada Minggu malam (4/1).

Baca Juga  Dugaan Pemotongan Insentif di BPKPD Bisa Berlangsung Sejak Lama, Kejari Diminta Tak Ragu Mengusutnya

“Dari keterangan saksi, PYO diminta menyerahkan uang Rp 25 juta oleh oknum pejabat RSUD Grati. Alasannya, sebagai ucapan terima kasih karena telah membantu proses rekrutmen,” ujar Hanan.

Karena nominal tersebut dinilai terlalu besar, lanjut Hanan, disepakati penyerahan awal sebesar Rp 15 juta, sementara sisanya Rp 10 juta akan dicicil. Penyerahan uang diduga dilakukan di sebuah warung kopi di wilayah Pohjentrek, Kota Pasuruan.

Menindaklanjuti informasi itu, Erik bersama Arwin Tambora mendatangi RSUD Grati pada Senin (5/1) untuk melakukan klarifikasi. Dalam pertemuan lanjutan, oknum pejabat RSUD Grati berinisial AK diklaim mengakui telah menerima uang Rp 15 juta dari PYO.

Baca Juga  Target 40 Emas Diiringi Janji Beasiswa Kuliah

“Yang bersangkutan menyampaikan bahwa uang itu rencananya akan diteruskan kepada Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan sebagai bentuk terima kasih,” kata Hanan.

Uang tersebut kemudian dikembalikan kepada PYO pada hari yang sama, disaksikan Direktur RSUD Grati, istri AK, serta sejumlah pihak lainnya.

Meski telah dikembalikan, Garansi menilai peristiwa tersebut tetap memenuhi unsur dugaan tindak pidana korupsi. Alasannya, terdapat indikasi niat (mens rea) berupa gratifikasi atau pungli serta penyalahgunaan kewenangan jabatan di lingkungan pelayanan publik.

“Pengembalian uang tidak serta-merta menghapus dugaan tindak pidana. Karena itu kami melaporkan secara resmi agar dilakukan penyelidikan menyeluruh,” tegas Hanan.

Baca Juga  Gawat! Kades Ambal-Ambil Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Hampir Setengah Miliar

Ia menambahkan, laporan tersebut didasarkan pada keterangan saksi yang disampaikan langsung di hadapan gabungan LSM. “Kami mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, dan independen,” imbuhnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga menyatakan pihaknya mengapresiasi laporan yang disampaikan para aktivis antikorupsi. Ia memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

“Pihak-pihak yang berkaitan dengan laporan ini akan kami panggil untuk dimintai keterangan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak-pihak yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan resmi. (mo/rif)

 

 

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Isu Miring Polisi Datangi Kantor Parpol, Kapolres : Untuk Jamin Keamanan Jelang Pemilu 2024

Hukum & Kriminal

Disebut Sediakan Gadis Seksi, Benarkah Gempol 9 Jadi Sarang Prostitusi?

Hukum & Kriminal

Kesadaran Berlalu Lintas di Pasuruan Masih Rendah, Pelanggaran Meroket Saat Operasi Patuh 2025

Hukum & Kriminal

DIDUGA DIPUKUL DAN MENINGGAL SATREKSRIM POLRES PASURUAN KOTA MENGUNGKAP FAKTA SEBENARNYA

Berita

Mafia BBM Di Vonis 7 Bulan, Dinilai Tak adil, Pusaka Akan Lapor ke Jamwas dan MA.

Hukum & Kriminal

Polres Pasuruan Amankan Pelaku Pelempar Bom Molotov Pos Lantas Pandaan

Hukum & Kriminal

Divonis Bersalah, Santri Pembakar Juniornya Diputus 5 Tahun Penjara

Hukum & Kriminal

Berkas BBM Ilegal Kota Pasuruan Dilimpahkan, Pus@ka Nilai Ada Kejanggalan