PASURUAN, titiksatu.com– Persaingan sengit mewarnai Turnamen Offline Free Fire 2026 yang digelar esport Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 48 tim dengan total 160 pemain harus mengeluarkan strategi terbaik untuk bertahan hingga babak akhir. Dari persaingan tersebut, Tim Super Minion asal Mojokerto akhirnya keluar sebagai juara pertama.
Sejak pertandingan dimulai, masing-masing tim langsung bermain agresif. Setiap poin menjadi sangat penting untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Pertandingan di Kedai Omahan Bangil berlangsung sangat seru ketika tim-tim terbaik mulai menunjukkan kemampuan. Strategi, komunikasi antar pemain, hingga ketepatan mengambil keputusan menjadi kunci untuk bertahan dalam kompetisi.
Dukungan rekan dan komunitas esports juga membuat suasana pertandingan semakin meriah. Para pemain tidak hanya membawa nama tim, tetapi juga menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan peserta lainnya.
Setelah melalui rangkaian pertandingan, Tim Super Minion dari Mojokerto berhasil menjadi yang terbaik. Tim Irul Dkk dari Pasuruan menempati posisi kedua, sedangkan Tim SPANSA dari Bangil, Kabupaten Pasuruan, meraih juara ketiga.
Ketiga tim tersebut berhak mendapatkan uang tunai, piagam penghargaan, dan piala.
Ketua Esport Kabupaten Pasuruan, Arif Sasmita, berharap turnamen seperti ini terus dikembangkan.
“Harapannya kegiatan ini terus dikembangkan dan prestasi yang sudah diraih bisa dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Arif.
Arif juga menyebutkan momen ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan olahraga esports di Kabupaten Pasuruan.
Ia berharap semakin banyak pemain muda yang memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi.
Arif juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Baginya, turnamen esport di Kabupaten Pasuruan memiliki potensi yang sangat luar biasa.
“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga kedepan esport Kabupaten Pasuruan mampu membawa prestasi terbaik bagi generasi muda,” pungkasnya.
Ditempat yang sama Lurah Bendomungal Indra Bagus Trijunilestariadi mengatakan kegiatan ini merupakan langkah dalam melakukan pembinaan serta mencari atlet muda berbakat.
“Dengan turnamen offline Freefire ini kita bersama ESI bisa mengarahkan kepada generasi muda dalam hal yang positif, dan tentunya bakat generasi muda dapat lebih terarah dalam menyalurkan hobinya.
Bagus berharap kedepan turnament esport ini dapat dilaksanakan lebih meriah lagi, sehingga ekosistem esport terus mengalami peningkatan dan lebih baik lagi. Tentunya dengan ekosistem esport yang baik, maka kedepan mencari atlet akan dapat lebih mudah. (Hd/rif)













