Home / Hukum & Kriminal

Sabtu, 24 Mei 2025 - 17:38 WIB

Sengketa Tanah PIER Pasuruan Memanas: Ahli Waris Desak Keterangan Desa

PASURUAN, titiksatu.com – Perkara sengketa tanah yang kini dikuasai Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) dengan beberapa ahli waris terus bergulir dan semakin memanas.

Sebelumnya, polemik ini bahkan telah menyeret tiga orang menjadi tersangka karena dianggap menghambat proyek strategis negara. Ironisnya, para tersangka yang semula menuntut hak ganti rugi atas tanah mereka, kini justru harus berhadapan dengan hukum.

Oleh karena itu, pihak keluarga sekaligus ahli waris tanah yang dipakai PIER kini membuka kembali seluk-beluk kepemilikan tanah. Mereka sangat membutuhkan keterangan dari pemerintah desa setempat untuk membuktikan status kepemilikan tanah.

Baca Juga  Terkait Kasus Aborsi yang Melilit Randy, eks Polisi. Tim Pengacara Beberkan Faktanya

“Saya sebagai anak dan ahli waris, kami meminta keterbukaan data, terutama dari desa. Jika benar tanah itu milik kami, kenapa harus berurusan dengan hukum?” ujar Zainul Abidin, salah seorang ahli waris, pada Sabtu (24/5).

Zainul menilai penyidik Polres Kota Pasuruan kurang cermat dalam menangani perkara ini. Pasalnya, menurut Zainul, pihak Desa Curahduku, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, justru mengetahui secara persis asal-usul tanah tersebut.

“Pihak desa tahu betul soal perkara ini, tetapi mereka tidak pernah memanggil untuk dimintai keterangan. Ada apa ini, sampai tidak dipanggil?” keluhnya.

Baca Juga  Pria Cabul Diringkus Setelah Pamer Alat Vital ke Karyawati PIER

Pihak keluarga para tersangka bersikeras bahwa polisi harus melakukan pemeriksaan secara komprehensif, tidak hanya berpatokan pada keterangan dari PT PIER. Apalagi, tuduhan yang ditujukan kepada anggota keluarganya bukan hanya pemerasan, tetapi sudah melebar ke dugaan penghalangan pekerjaan proyek strategis negara.

“Pemeriksaan harus lengkap. Jangan hanya dari sisi PT PIER saja,” tegas anak dari tersangka Sanai tersebut.

Bahkan, Zainul secara gamblang menyebut peran krusial kepala desa (kades) dalam mengurai permasalahan yang berujung pada penangkapan ayah dan dua orang lainnya itu.

“Harapan kami agar cepat selesai dengan keterangan dari (pemerintah) desa, mulai dari Leter C hingga transaksi jual beli,” ungkap Zainul, mengindikasikan adanya data penting di tingkat desa yang belum terungkap.

Baca Juga  Humas CV Wahyu Putra : Kami Tidak Pernah Dianggap Ada

Selain itu, Zainul juga mengungkapkan bahwa ayahnya sempat menerima surat jawaban dari Menko Polhukam terkait pengaduan yang mereka layangkan mengenai kepemilikan tanah seluas sekitar 19 hektare di area proyek.

Surat tertanggal 11 Januari 2024 tersebut bahkan mewajibkan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Gubernur Jawa Timur untuk membayar ganti rugi kepada para penggugat dengan total Rp 11.138.000.000 secara tanggung renteng. (mo/rif)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Terperosok ke Sungai, Nasib Lelaki Ini Berakhir Miris

Hukum & Kriminal

Bikin Gerah, PUS@KA dkk, Laporkan Pencemaran Sungai Welang Ke DLH Jatim

Hukum & Kriminal

BIADAP, PASUTRI INI BUNUH ANAK KANDUNGYA UMUR 7 TAHUN

Hukum & Kriminal

Bandel! Beroperasi di Bulan Suci, Kafe di Purwosari Disegel

Hukum & Kriminal

Penyidik Diusut Propam, Pelapor Tagih Janji Kapolres Buka Penyelidikan Kasus ITE

Hukum & Kriminal

Bantah Tuduhan Nipu Hadiah Festival Karnaval Akbar, Penyelenggara Lapor Polisi

Hukum & Kriminal

Warga Miskin Jadi Korban Asusila, LPA Soroti Dan Tempuh Jalur Hukum

Hukum & Kriminal

Kades Penunggul Terancam Mendekam Lama Dipenjara, Ini Penyebabnya…