Home / Berita

Kamis, 9 Maret 2023 - 19:13 WIB

Pulihkan Lahan Kritis, Galakkan Penanaman Pohon. Wujud Kontribusi Perusahaan Demi Cegah Bencana di Pasuruan

TANAM : Giat penanaman pohon di wilayah Gunung Arjuno yang dilakukan PT Indolakto Purwosari yang bekerja sama dengan Yayasan Satu Daun

PASURUAN, titiksatu.com – Kepedulian perusahaan untuk berperan aktif dalam melestarikan lingkungan semakin meningkat. Buktinya, keterlibatan dalam penanaman pohon untuk kelestarian alam terus digalakkan.

Hal ini seperti yang ditunjukkan PT Indolakto Purwosari. Sebanyak 4 ribu pohon ditanam di area lereng Gunung Arjuno. Giat penanaman ini sebagai bentuk keterlibatan perusahaan susu tersebut, dalam konservasi alam.

Aktivitas penanaman pohon itu terlaksana, berkat bekerjasama dengan Yayasan Satu Daun Kabupaten Pasuruan. Kegiatan konservasi ini digelar dalam rangka restorasi areal kritis. Serta keterlibatan dalam melestarikan lingkungan, sebagai bentuk kepedulian untuk keberlangsungan alam.

Baca Juga  Jutaan Batang Rokok Ilegal Dibakar

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Perhutani, LMDH, Managemen PT Indolakto dan petani sekitar.

Menurut Yasman, HRGA Manager PT Indolakto Purwosari, penanaman 4 ribu pohon tersebut sengaja dilakukan di area lereng Gunung Arjuno tahun ini. Tepatnya di wilayah Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Hal ini bukan tanpa alasan. Karena kawasan setempat, termasuk lahan kritis.

“Kami melakukan penanaman pohon di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektar. Ini merupakan langkah nyata dan berkelanjutan dari apa yang sudah kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Yasman, Kamis, (9/3/2024).

Baca Juga  Motor Mogok Saat di Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu, Nasib Anggota LBH Ini Mengenaskan

Ia menambahkan, giat penanaman ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam melestarikan lingkungan, termasuk memulihkan lahan – lahan kritis. Ada pun jenis pohon yang ditanam, beragam. Yang pasti, jenis pohon yang mampu menopang serapan air tanah, dan bersifat mengikat tanah.

“Harapannya, agar tidak mudah terjadi erosi seperti mangium. Serta beberapa tanaman yang menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi untuk masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap, melalui kegiatan konservasi lingkungan, perusahaan yang menaunginya itu, bisa memberikan sumbangsih kepada alam untuk membantu mengurangi resiko bencana. Baik tanah longsor hingga banjir serta menyusutnya sumber air bersih. Masyarakat juga dapat merasakan manfaat atas pohon yang ditanam perusahaan.

Baca Juga  Diduga Ada Main Mata PT. Mitra Alam Segar Dengan Kades, Warga Jadi Tumbal

“Kami memastikan, kegiatan ini akan berkelanjutan. Karena sudah menjadi komitmen kami, untuk memberikan sumbangsih dalam mencegah bencana dengan pemulihan lahan kritis,” imbuhnya.

Sekadar informasi, dari data yang didapatkan, lahan kritis di Kabupaten Pasuruan tahun 2022 ini sudah mencapai 9.800 hektar lebih. Lahan kritis itu menyebar di seluruh wilayah Pasuruan. Mulai dari hulu sampai ke hilir. Jika dibiarkan, akan memicu dampak kerusakan lingkungan yang parah.

Seperti terjadi kekeringan, mudah erusi permukaan, dan longsor. Karena itu, perlu ada penanganan dan intervensi agar tidak semakin meluas lahan kritis. (and/rif)

Share :

Baca Juga

Kompak : Dipora dan DPRD serta Muspika bersinergi tingatkan ekosistem esport di Balai Desa Rembang

Berita

Dispora Dan DPRD Bersinergi Tingkatkan Ekosistem Esport Di Kabupaten Pasuruan

Berita

Sidang Paripurna IV DPRD Dan Eksekutif Sepakati PERDA APBD 2026

Berita

Tilap Dana Desa, Kades Penunggu Diganjar 4 Tahun Penjara

Berita

Jaring Pelajar Bolos, Petugas Temukan Botol Miras dan Pil
Kompak : Team panitia pilkades berikan klarifikasi kepada media di sentra UKM Bang Kodir.

Berita

Diduga Ada Kecurangan, Ini Jawaban Panitia Pilkades Desa Beji.

Berita

Habiskan Sabu-Sabu 1 Kilogram Sehari, Pengedar Asal Pandaan Di Krangkeng Polres Pasuruan

Berita

BPKPD “Prank” 14 OPD, Ratusan Karyawan Pemkab Terkatung-Katung Tak Terima Gaji

Berita

Humas CV Wahyu Putra : Kami Tidak Pernah Dianggap Ada