Home / Berita / Hukum & Kriminal

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:28 WIB

Sasar Toko dan Ekspedisi, Tim Gabungan Sita 2.800 Batang Rokok Ilegal di Pasuruan

PASURUAN, Titiksatu.com – Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai di Kabupaten Pasuruan kembali digempur. Tim gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Bea Cukai Pasuruan, dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan menggelar operasi terpadu di Kecamatan Rembang, Bangil, dan Kraton, Jumat (27/2). Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 2.800 batang rokok ilegal dari jalur perdagangan ritel hingga distribusi logistik.

Operasi yang dibagi dalam tiga tim ini menyasar titik-titik yang diduga menjadi rantai peredaran rokok tanpa cukai. Hasilnya, temuan terbesar berasal dari sebuah toko kelontong di wilayah pedesaan hingga paket kiriman di gerai jasa ekspedisi kawasan perkotaan.

Baca Juga  Gebrakan Pemkab Pasuruan: SIKAP SAE Go Digital, IKM Siap Kuasai Pasar Global

Lokasi pertama yang menjadi sasaran adalah Toko Karomah di Dusun Krajan, Desa Pandean, Kecamatan Rembang. Dari rak penjualan toko tersebut, petugas menemukan dua merek rokok tanpa cukai, yakni Suryaku dan Bonte. Total barang bukti yang diamankan mencapai 10 slop atau sekitar 2.000 batang rokok ilegal.

Penelusuran kemudian berlanjut ke jalur distribusi pengiriman barang. Di gerai JNE Express Bangil, tim menemukan paket berisi rokok merek GA Bold dan SA Mild yang tidak dilekati pita cukai sesuai ketentuan. Dari lokasi ini diamankan 800 batang rokok ilegal.

Baca Juga  Pekan Wirausaha, 200 Korban PHK Dilatih Jadi Wirausahawan Baru

Dengan demikian, total hasil operasi gabungan di tiga kecamatan tersebut mencapai 2.800 batang. Seluruh barang bukti langsung disita dan diserahkan kepada petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Pasuruan untuk proses lebih lanjut.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, menegaskan operasi bersama ini merupakan bentuk sinergi antarinstansi dalam menekan peredaran barang kena cukai ilegal sekaligus melindungi penerimaan negara.

“Peredaran rokok ilegal merugikan negara dari sisi cukai dan menciptakan persaingan usaha tidak sehat. Kami masih menemukan berbagai modus distribusi, termasuk melalui jasa ekspedisi,” ujarnya di sela kegiatan.

Baca Juga  Calon Tunggal, Nik Sugiharti Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Golkar Kabupaten Pasuruan

Menurutnya, keterlibatan Bea Cukai dan Kejaksaan memastikan setiap temuan dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Operasi serupa, lanjut Suyono, akan terus digelar secara berkala di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan, terutama pada jalur distribusi dan titik perdagangan rawan.

Ia juga mengimbau pedagang dan pelaku usaha jasa titipan agar lebih selektif terhadap barang yang diperjualbelikan maupun dikirim. “Kami minta pelaku usaha mematuhi ketentuan cukai dan tidak memperdagangkan rokok tanpa pita cukai,” tegasnya. (mo/rif)

Share :

Baca Juga

Berita

Pj Bupati Pasuruan Rentan “Orang Titipan”, Aktivis Siap Hadang

Berita

Revisi PP 109 Tentang Rokok Mengancam Gelombang PHK, Serikat Pekerja RTMM Gelar Forum Diskusi

Hukum & Kriminal

Kecam Sindikat Wartawan “Gadungan”: Daur Ulang Isu Lama Demi Rupiah?
Kunker : PJ Bupati Andriyanto lakukan peninjauan stok air di SPAM Umbulan, Winongan, Kabupaten Pasuruan

Berita

Antisipasi Kekeringan, Pj. Bupati Lakukan Kunker ke SPAM di Desa Umbulan

Berita

Ketua DPRD Resmikan Ruang Fraksi Baru

Berita

Disapu Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga Candibinangun Porak Poranda

Berita

Santri Pembakar Junior di Pandaan, Dituntut 5 Tahun Penjara

Hukum & Kriminal

Kesadaran Berlalu Lintas di Pasuruan Masih Rendah, Pelanggaran Meroket Saat Operasi Patuh 2025