PASURUAN, TitikSatu.com– Internal DPC PDIP Kabupaten Pasuruan kini kembali dihantam badai. Puluhan kader dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) melakukan aksi “nglurug” ke kantor DPC di Kecamatan Beji, Kamis (5/2/2026). Mereka menuding proses penjaringan bakal calon ketua PAC sarat rekayasa dan menabrak aturan organisasi.
Ketua PAC Gondangwetan, Sukarno, membongkar habis-habisan modus kecurangan yang diduga dilakukan oknum DPC. Ia menyebut rapat penjaringan dipaksakan tetap berjalan meski secara sah tidak memenuhi kuorum.
“Bayangkan, dari 20 ranting di wilayah saya, hanya 5 yang hadir. Supaya terlihat sah, oknum DPC diduga mendatangkan koordinator desa (kordes) yang sebenarnya adalah relawan salah satu anggota DPR RI. Ini pelanggaran serius! Penjaringan itu hak pengurus ranting, bukan relawan,” tegas Sukarno dengan berapi-api.
Tak hanya soal kehadiran, syarat administratif pun dinilai amburadul. Beberapa nama yang diusulkan disinyalir belum mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi partai. “Untuk apa ada penjaringan kalau suara dari bawah akhirnya kalah oleh ‘titipan’ dari atas? Kami minta proses di Gondangwetan diulang secara terbuka!” imbuhnya.
Ketua PAC Lekok, M. Aseh, mencium adanya gerakan untuk menghabisi pengurus lama yang sudah militan. “Jangan asal main tunjuk. Hormati struktur yang sudah berkeringat di bawah,” cetusnya ketus.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan, Arifin, menyebut aksi protes tersebut sebagai dinamika demokrasi yang wajar, namun meminta kader tetap tunduk pada Peraturan Partai (PP) Nomor 1 Tahun 2025.
“Kami tetap mengacu pada PP 1/2025. Aturan memang memperbolehkan DPC mengusulkan tiga nama dan DPD dua nama yang berbeda dengan usulan ranting,” jelas Arifin memberikan pembelaan.
Menurutnya, saat ini proses masih berada di fase awal. Dari 24 PAC, semuanya telah menjaring masing-masing lima nama. Nantinya, akan ada penyaringan ketat hingga maksimal 10 calon yang akan dibawa ke Musyawarah Anak Cabang (Musancab) pada April mendatang.
“Semua masih berjalan sesuai aturan. Musancab nanti yang menjadi titik penetapannya,” pungkasnya. (mo/rif)













