Home / Politik

Minggu, 6 Maret 2022 - 05:35 WIB

Runtuhnya Koalisi “Peci” Imbas Ada yang Kecewa? Aktivis Tunggu Dampak Perubahannya

Sudiono Fauzan             Lujeng Sudarto

BANGIL, titiksatu.com– Runtuhnya Koalisi Peci (Perlawanan Raci) di DPRD Kabupaten Pasuruan, menjadi perhatian banyak kalangan. Betapa tidak, koalisi yang awalnya kompak untuk “melawan” dengan meninggalkan dominasi fraksi penguasa (PKB), mendadak berubah haluan.

Kini, mereka bersatu. Membentuk Koalisi Maslahat Bersama. Apakah penyebabnya? Mungkinkan ada kekecewaan di balik bubarnya koalisi Peci?.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menegaskan, perubahan koalisi dalam dunia politik merupakan hal yang lumrah. Termasuk perubahan AKD di DPRD Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga  Eddy Paripurna Tolak Taruna Madani di SMAN 1 Bangil, Ini Alasannya

Tujuannya tak lain, untuk menuju yang lebih baik lagi. “Perubahan AKD ini kan dilakukan setiap 2,5 tahun. Sesuai dengan tatib yang ada. Hal itu menjadi sesuatu yang lumrah dengan harapan menuju ke arah yang lebih baik untuk masyarakat juga,” tegasnya.

Hal ini pun menuai tanggapan dari berbagai pihak. Termasuk aktivis senior Kabupaten Pasuruan, Lujeng Sudarto.

Direktur LSM Pusat Studi dan Advokasi (Pus@ka) tersebut memaparkan, perubahan komposisi AKD di gedung embong miring (DPRD Kabupaten Pasuruan), tidak akan berarti apa-apa. Kalau legislatif tidak mampu meningkatkan fungsi parlemen.

Baca Juga  Begini Cara Lain Alumni SMANBA Protes Pendirian Taruna Madani, Asli Keren...!!!

Terutama, dalam menjalankan kontrol terhadap kinerja eksekutif. “Percuma peta politik baru, kalau justru kedepannya malah terjadi kooptasi eksekutif terhadap lembaga legislatif,” bebernya.

Ia menegaskan, koalisi bukan wadah untuk saling kongkalikong. Misalnya, ketika menentukan wajah anggaran daerah yang tidak pro rakyat.

 

“Pragmatisme dan oportunisme akan tetap menjadi langgam bagi fraksi-fraksi dan masing-masing anggota dewan.  Jika kedepan tetap mindsetnya hanya bagi-bagi anggaran saja,” sindirnya.

Baca Juga  Desak Penutupan Tambang Ilegal, Ayi Suhaya: Merugikan Masyarakat

Bila itu yang terjadi, pihaknya pun pesimis perubahan personalia AKD akan berfungsi dengan lebih baik. “Coba hampir separo masa jabatan anggota DPRD, dari tiga fungsi representasi; legislasi, budgeting, dan controlling, mana yg sudah maksimal. Contoh saja fungsi legislasi, sudah berapa produk perda yg diinisiasi oleh DPRD Kab Pasuruan?,” sampainya. (and/rif)

 

Share :

Baca Juga

Politik

Koalisi “Peci” di DPRD Kabupaten Pasuruan Runtuh, Ini Gantinya. Fraksi-Fraksi Penguasa Mendominasi Jabatan Ketua

Politik

Peduli Masyarakat, Ghina Bagi-bagi Berkah Berupa Nasi Kotak Gratis

Politik

Didapuk Jadi Ketua Gerindra Pasuruan, Fokus Politisi Muda Ini Bisa Bikin Was-was Partai Lain

Berita

Gelar Paripurna ke II, DPRD dan Eksekutif Sinergi Dalam Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Ditengah Efesiensi

Politik

Lulus Ujian, Tapi Belasan Bacakades Gagal Melenggang

Politik

Rangkul Kaula Muda, Relawan Ganjar-Mahfud MD Gelar Mini Soccer

Politik

Didapuk Jadi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Begini Cara Memimpin yang Akan Ditempuh Politisi Gerindra Ini

Politik

Tak Terbukti, BK Pilih Stop Aduan Format Soal Overlaping Tentang Tambang