Home / Politik

Minggu, 6 Maret 2022 - 05:35 WIB

Runtuhnya Koalisi “Peci” Imbas Ada yang Kecewa? Aktivis Tunggu Dampak Perubahannya

Sudiono Fauzan             Lujeng Sudarto

BANGIL, titiksatu.com– Runtuhnya Koalisi Peci (Perlawanan Raci) di DPRD Kabupaten Pasuruan, menjadi perhatian banyak kalangan. Betapa tidak, koalisi yang awalnya kompak untuk “melawan” dengan meninggalkan dominasi fraksi penguasa (PKB), mendadak berubah haluan.

Kini, mereka bersatu. Membentuk Koalisi Maslahat Bersama. Apakah penyebabnya? Mungkinkan ada kekecewaan di balik bubarnya koalisi Peci?.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menegaskan, perubahan koalisi dalam dunia politik merupakan hal yang lumrah. Termasuk perubahan AKD di DPRD Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga  Isu Miring Polisi Datangi Kantor Parpol, Kapolres : Untuk Jamin Keamanan Jelang Pemilu 2024

Tujuannya tak lain, untuk menuju yang lebih baik lagi. “Perubahan AKD ini kan dilakukan setiap 2,5 tahun. Sesuai dengan tatib yang ada. Hal itu menjadi sesuatu yang lumrah dengan harapan menuju ke arah yang lebih baik untuk masyarakat juga,” tegasnya.

Hal ini pun menuai tanggapan dari berbagai pihak. Termasuk aktivis senior Kabupaten Pasuruan, Lujeng Sudarto.

Direktur LSM Pusat Studi dan Advokasi (Pus@ka) tersebut memaparkan, perubahan komposisi AKD di gedung embong miring (DPRD Kabupaten Pasuruan), tidak akan berarti apa-apa. Kalau legislatif tidak mampu meningkatkan fungsi parlemen.

Baca Juga  DPRD Lakukan PAW Satu Anggota Dari Fraksi Nasdem

Terutama, dalam menjalankan kontrol terhadap kinerja eksekutif. “Percuma peta politik baru, kalau justru kedepannya malah terjadi kooptasi eksekutif terhadap lembaga legislatif,” bebernya.

Ia menegaskan, koalisi bukan wadah untuk saling kongkalikong. Misalnya, ketika menentukan wajah anggaran daerah yang tidak pro rakyat.

 

“Pragmatisme dan oportunisme akan tetap menjadi langgam bagi fraksi-fraksi dan masing-masing anggota dewan.  Jika kedepan tetap mindsetnya hanya bagi-bagi anggaran saja,” sindirnya.

Baca Juga  Gara-gara “Covid-33” Anggaran Kunker Dewan Nyungslep

Bila itu yang terjadi, pihaknya pun pesimis perubahan personalia AKD akan berfungsi dengan lebih baik. “Coba hampir separo masa jabatan anggota DPRD, dari tiga fungsi representasi; legislasi, budgeting, dan controlling, mana yg sudah maksimal. Contoh saja fungsi legislasi, sudah berapa produk perda yg diinisiasi oleh DPRD Kab Pasuruan?,” sampainya. (and/rif)

 

Share :

Baca Juga

Kompak : Team panitia pilkades berikan klarifikasi kepada media di sentra UKM Bang Kodir.

Berita

Diduga Ada Kecurangan, Ini Jawaban Panitia Pilkades Desa Beji.

Hukum & Kriminal

Isu Miring Polisi Datangi Kantor Parpol, Kapolres : Untuk Jamin Keamanan Jelang Pemilu 2024

Politik

Dewan Segera Godok Perubahan AKD

Politik

Didapuk Jadi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Begini Cara Memimpin yang Akan Ditempuh Politisi Gerindra Ini

Politik

Resmi Dilantik, Ini Sosok Rusdi Sutejo, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pasuruan yang Baru

Politik

Tak Mau Terkesan Dipolitisasi, Kejari Kabupaten Pasuruan Pending Pemeriksaan Kades Selama Pilkades Serentak

Politik

Rangkul Kaula Muda, Relawan Ganjar-Mahfud MD Gelar Mini Soccer

Berita

Waduh, Terima Dana BOP, Anggota Dewan Ini Diperiksa Kejaksaan