Home / Berita

Kamis, 23 Februari 2023 - 20:38 WIB

Dianggap Bikin Kesal, Pabrik Ale-ale Didemo Warga

DEMO : Warga Mojoparon saat menggelar aksi unjuk rasa di depan perusahaan

BANGIL, titiksatu.com – Puluhan warga Mojoparon, Kecamatan Rembang, menggruduk pabrik PT Mitra Alam Segar (MAS) di Latek, Kecamatan Bangil. Mereka berunjuk rasa di depan perusahaan, sebagai bentuk protes atas dugaan pencemaran sungai yang dilakukan.

Aksi tersebut berlangsung Kamis (23/2). Bukan hanya mengeluhkan soal pencemaran. Mereka juga mengeluhkan soal keringnya sumur warga yang disinyalir imbas keberadaan perusahaan minuman Ale-ale itu.

Dalam aksi tersebut, warga tak hanya berorasi. Mereka juga sempat memblokir jalan Latek-Pekoren, sebagai luapan kekesalan.

Baca Juga  Astaghfirullah, Seorang Ustad di Kecamatan Beji, Tega Berbuat Seperti Ini Pada Santri Perempuannya

Mohammad Lukman selaku tokoh masyarakat Mojoparon, Kecamatan Rembang, mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya telah melayangkan surat ke pihak manajemen sebanyak empat kali. Namun surat audiensi tersebut tak digubris oleh management PT Mitra Alam Segar.

” Jadi demo ini tindakan paling akhir yang kami tempuh agar management pabrik mendengar jeritan rakyat,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, aksi demo itu dipicu beberapa hal. Salah satunya, karena keberadaan perusahaan PT MAS, diduga membuat sungai di Mojoparon dicemari limbah. Parahnya, sungai yang dicemari tersebut, adalah tempat bagi warga beraktivitas. Mulai mandi hingga mencuci.

Baca Juga  Beberapa Pegawai Tak Masuk Kerja di Hari Pertama Usai Libur Lebaran, Bupati Pasuruan Tak Marah. Ini Alasannya

Dampak negative lainnya, terhadap sumur warga. Warga di Dusun Mojokopek dan Baweh yang dulunya bisa mendapatkan air dari sumur hanya 7 meter, sekarang tidak lagi. Mereka harus mengebor hingga kedalaman puluhan meter untuk bisa mendapatkan air.

Sumur-sumur yang ada milik warga mengering. Parahnya, tidak ada perhatian dari perusahaan. “Tidak semua mampu mengebor. Karena biayanya mahal,” imbuhnya.

Baca Juga  MORAL BANGSA dan KARISMATIK PERTIWI

Harusnya, pihak perusahaan memprioritaskan warga sekitar sebagai pekerja tetap di perusahaan. Namun nyatanya, hal itu tidak dilakukan. Hal inilah yang membuat warga gerah. Hingga akhirnya memilih untuk berunjuk rasa.

Belum ada konfirmasi resmi dari perushaan berkaitan dengan keluhan warga tersebut. Saat wartawan mencoba untuk meminta konfirmasi, pihak security menyampaikan kalau pihak manajemen berada di Surabaya.

“Manajemen lagi di Surabaya mas,” ungkap salah satu petugas keamanan perusahaan. (and/rif)

Share :

Baca Juga

Berita

Maksimalkan Bakat WP, Lapas Ngawi Jalin Kerjasama dengan BLK

Berita

Waspadai DBD Dimusim Hujan

Berita

Mau Dilantik, Perangkat Desa di Kejayan Malah Dibui Gara-gara Nyolong Laptop dan Handphone

Berita

RUU Kesehatan Picu Kontroversi. Katib Syuriah PBNU: Kenapa Peringatan di Kemasan Rokok Lebih Besar Daripada Alkohol?

Berita

Depresi, Pelajar Asal Sukorejo Meninggal Disambar Kereta Api

Berita

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Saat Bulan Ramadan, Kapolres Pasuruan Gelar Sinergitas Bersama FKUB

Berita

Sungguh Tega…! Takut Aib Terbongkar, Ibu dan Tunangan Bungkus dan Kubur Bayinya

Berita

Santri Pembakar Junior di Pandaan, Dituntut 5 Tahun Penjara