Home / Ekonomi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Investor Smelter PIER Mengaku Diancam Supplier “Preman”, Minta Pengamanan Brimob Bersenjata

PASURUAN, TitikSatu.com – Investor pabrik smelter di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Pasuruan mengaku diancam. Pelakunya, menurut manajemen, sejumlah supplier yang memaksa mendapat pekerjaan proyek dengan cara premanisme. Karena itu personel Brimob bersenjata ditempatkan di lokasi.

Penjelasan itu disampaikan Humas PT Surabaya Alumunium Industry (SAI), Asman Afif Ramadhan atau Rama, Kamis (22/10/2026). Ia menyebut supplier tersebut menekan investor agar menerima penawaran dengan harga sesuai keinginan mereka.

“Kita susah-susah cari investor. Ini ada investor, malah diancam dengan beberapa oknum supplier yang ingin mendapatkan pekerjaan,” kata Rama.

Menurut Rama, bila permintaan itu tidak dipenuhi, ancaman dengan cara premanisme menyusul. Tidak heran apabila manajemen berinisiatif meminta bantuan aparat. Ia menegaskan Brimob dikerahkan bukan untuk menakut-nakuti warga. Melainkan semata-mata agar pembangunan berjalan kondusif. Tanpa gangguan dari pihak luar.

Baca Juga  Kembali Deadlock, Dewan Sarankan Pengelolaan Afalan PT King Jim Dikembalikan ke Desa

Namun kehadiran aparat bersenjata itu justru membuat warga resah. Persoalan mencuat dalam audiensi masyarakat dan perusahaan. Perwakilan keamanan di lokasi proyek, Mohamad Samsul Arifin, mengakui keberatan itu tertulis dalam surat warga.

“Kalau dilihat dari surat penyampaiannya, masyarakat merasa terganggu dengan adanya aparat bersenjata,” kata Arifin.

Sempat beredar pula kabar ancaman terhadap pekerja serta adanya petinggi TNI berpangkat mayor jenderal yang membekingi proyek. Arifin membantah keduanya. Ia menduga kabar itu lahir dari salah paham antara warga lokal dan pekerja asal Tiongkok.

Baca Juga  Bakorwil III Malang Gelar Pasar Murah, 3 Ton Beras SPHP Diserbu Warga

“Kalau ancaman-ancaman itu tidak ada. Itu cuma kabar angin, nggak ada seperti itu sebenarnya. Saya pastikan tidak ada,” tegasnya.

Arifin juga menjelaskan warga, termasuk Karang Taruna, ikut menjaga aset proyek. Sebelum kawasan dipagari, komponen alat berat yang disebut kuku macan pernah hilang.

“Teman-teman warga yang ada di sini, terutama Karang Taruna, kita membantu untuk pengamanan yang ada di sini,” ujarnya.

Baca Juga  Revisi PP 109 Tentang Rokok Mengancam Gelombang PHK, Serikat Pekerja RTMM Gelar Forum Diskusi

Sementara, Rama kembali menegaskan perusahaan menargetkan menyerap ribuan pekerja, dengan prioritas warga lokal hingga 60 persen. Ia meminta semua pihak menjaga iklim investasi.

Komitmen perusahaan itu diapresiasi Kepala Desa Genengwaru Sholehudin. Ia menilai pengamanan yang baik bisa membuat investor merasa aman dan membuka lapangan kerja bagi warga.

“Kami mendukung dengan ditingkatkannya keamanan bila itu baik dan bisa membuat para investor merasa aman. Dengan hal itu pembangunan akan berjalan lancar, dan warga sekitar juga akan lebih mudah mendapatkan lapangan pekerjaan,” ungkapnya. (mo/rif)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Miris, Kantor PDAM Kabupaten Pasuruan Dianggap Tak Layak. Butuh Pembangunan

Ekonomi

Miris..! 12 Bulan Kerja Tak Dibayar, Nasib Buruh PT Karya Mitra Lebih Memilukan Ketimbang TKI Luar Negeri

Ekonomi

Kerap Jadi Jujukan Demo, PIER Dinilai Tak Lagi Nyaman untuk Berinvestasi

Ekonomi

Ribuan Paket Sembako Dibagikan, Kejaksaan Makin Dekat dengan Rakyat

Ekonomi

Pasar Murah Polres Pasuruan, 1 Ton Beras Ludes dalam 2,5 Jam

Ekonomi

Listrik Gratis Bagi Petani, PLN Dongkrak Swasembada Pangan di Pasuruan

Ekonomi

Bisa Hantam IHT, Misbakhun Minta Pemerintah Bijak Keluarkan Aturan

Ekonomi

Bupati Pasuruan Bagikan Becak Listrik Bantuan Prabowo