PASURUAN, TitikSatu.com – Ketergantungan terhadap elpiji impor yang menguras kantong negara perlahan mulai dicarikan penawarnya. Melalui sinergi hulu-hilir, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) resmi menjadi pemasok tunggal gas bumi untuk kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) pertama di Pulau Jawa yang baru saja beroperasi di Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Langkah strategis ini memanfaatkan kekayaan alam dari Lapangan BD Wilayah Kerja Madura Strait. Gas yang biasanya hanya bisa dinikmati lewat jaringan pipa konvensional, kini “disulap” menjadi bentuk cair (LNG) di fasilitas tersebut. Skema ini diklaim lebih lincah karena mampu menjangkau wilayah yang selama ini tidak terjamah infrastruktur pipa.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan bahwa operasional kilang mini ini adalah kunci untuk menekan beban subsidi energi pemerintah yang mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.
“Gas dari Lapangan BD Madura Strait dialirkan dan diolah di sini. Harapan kami, kilang mini ini bisa mensubstitusi konsumsi LPG dan ujungnya terjadi efisiensi anggaran negara,” tegas Yuliot di sela peresmian.
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), HCML memegang peranan vital dalam menjaga napas operasional kilang. Stabilitas pasokan gas dari Selat Madura memastikan rantai energi untuk industri kecil, perhotelan, hingga sektor jasa tetap aman dan kompetitif secara harga.
Direktur Liquid Gas Nusantara, Wira Rahardja, mengungkapkan bahwa selain aspek ekonomi, kehadiran LNG produksi lokal ini sejalan dengan ambisi Presiden untuk menekan emisi karbon. Penggunaan teknologi Nano LNG asal Argentina yang diadopsi di kilang ini merupakan yang pertama di Asia.
“Kami membantu menyediakan energi yang lebih bersih. Jika teknologi ini bisa dibangun di tiap pulau untuk konsumsi rumah tangga dan hotel, tentu akan jauh lebih baik ke depannya,” ujar Wira. (mo/rif)













