Home / Pemerintahan

Senin, 23 Juni 2025 - 18:12 WIB

Soroti Dugaan Penyimpangan Kelola Anggaran, Fortrans Desak Kejari Buka Mata

PASURUAN, TitikSatu.com – Tata kelola anggaran dan komitmen antikorupsi di Kabupaten Pasuruan jadi topik hangat dalam audiensi Forum Transparansi (Fortrans) dengan Kejaksaan Negeri setempat, Senin (23/6). Dugaan penyimpangan anggaran dan kekhawatiran terkait MoU Kejaksaan-Pemkab mencuat.

Ismail Makky, Koordinator Fortrans Pasuruan Timur, menyoroti kesan Aparat Penegak Hukum (APH) yang dianggap “bagian dari pemerintah”, memicu kekhawatiran independensi. Ia membeberkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang menemukan “salah penganggaran” Rp 7,8 miliar karena tidak sesuai HPS, peruntukan, dan mekanisme perencanaan.

Baca Juga  Sasar Toko dan Ekspedisi, Tim Gabungan Sita 2.800 Batang Rokok Ilegal di Pasuruan

Makky juga mempertanyakan apakah MoU Kejaksaan dengan Pemkab akan “menyederhanakan kasus korupsi”, mendesak penagihan komitmen antikorupsi. “Kami ingin Kejaksaan melakukan upaya pencegahan di masa-masa awal pemerintahan ini,” harap Makky.

Baca Juga  MORAL BANGSA dan KARISMATIK PERTIWI

Lujeng Sudarto, Koordinator Fortrans Pasuruan Barat, mengingatkan UU Nomor 15 Tahun 2004 yang mewajibkan APH menindaklanjuti temuan bila ada mens rea (niat jahat), membuka peluang penindakan pidana.

Kajari Teguh Ananto menjelaskan bahwa Kejaksaan dan Bupati adalah bagian Forkopimda yang bertugas mengatasi persoalan. Ia menegaskan MoU Kejaksaan-Pemda hanya sebatas perdata dan tata usaha negara untuk pertimbangan, pendampingan, dan bantuan hukum, bukan “penyederhanaan kasus”.

Baca Juga  Soal Proyek KMP, GM FKPPI: Kami Mengawal, Bukan Menghalangi

Terkait temuan BPK, Kajari akan mempelajari LHP untuk menelaah indikasi perbuatan melawan hukum. Khusus anggaran mobil kades Rp 97 miliar, Kejaksaan telah menyarankan dinas terkait untuk merevisi anggaran karena besarnya potensi penyalahgunaan wewenang, sehingga pendampingan belum bisa dilakukan. (mo/rif)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Ngurus PBG di Pasuruan Berbelit, Sebulan Verifikasi Tak Kelar-kelar

Pemerintahan

Real Estate Prigen Berubah Jadi Wisata Terpadu, DPRD Kabupaten Pasuruan Minta Patuhi Rekomendasi Pansus

Pemerintahan

Pegawai Pemkab Resah Pengangkatan PPPK Mundur

Pemerintahan

Mediasi Sengketa Lahan Curahduku Kandas: PT PIER Absen

Pemerintahan

Tingkat Kesejateraan dan Berkeadilan, Komisi DPRD Berikan Rekomendasi Di Paripurna II
Dr Ronny Winarno SH M hum

Berita

MORAL BANGSA dan KARISMATIK PERTIWI

Pemerintahan

Proyek Real Estate Cacat Prosedur, Pansus DPRD Rekomendasikan Setop Total

Pemerintahan

Sempat Diprotes Warga, Proyek Jalan Kedungringin Digas Lagi