Home / Pemerintahan

Jumat, 11 Juli 2025 - 19:55 WIB

Datangi BLKLN, Menteri Karding Pastikan Calon PMI Terlindungi

PASURUAN, TitikSatu.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, “blusukan” langsung ke Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Prima Duta Sejati (PDS) di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kemarin (11/7/25). Kunjungan ini bukan tanpa alasan, ia ingin memastikan kesiapan pelatihan dan jaminan perlindungan bagi para calon “pahlawan devisa” di masa depan.

Didampingi jajaran kementerian, Menteri Karding disambut hangat oleh Direktur PDS, Maxixe Mantofa. Ia langsung menyapa ratusan calon PMI yang tengah digembleng beragam skill dan bahasa asing. Karding menyebut semangat para peserta adalah alasan utama Presiden Prabowo membentuk kementerian P2MI.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Pasuruan Sepakati KUA-PPAS 2027

“Saya bersyukur melihat semangat adik-adik semua. Inilah alasan kenapa Presiden Prabowo membentuk Kementerian P2MI. Negara harus hadir secara utuh dalam melindungi PMI sejak dari tanah air,” ujar Menteri Karding.

Karding juga mewanti-wanti agar calon PMI tak main-main dengan prosedur keberangkatan. “Kalau tidak punya skill, daya tawar rendah,” tegasnya.

Ia menekankan, keberangkatan kerja ke luar negeri harus prosedural: lengkap dengan visa kerja, kontrak jelas, BPJS, dan keahlian yang sesuai. “Jangan pernah berangkat tanpa tahu isi kontrak kerja. Dan jangan berangkat dengan visa turis, itu sangat berbahaya,” serunya.

Baca Juga  Pansus Janji Kawal Penyelidikan Real Estate di Lereng Arjuno–Welirang

Tak hanya soal prosedur, Karding juga menyelipkan pesan moral: “Kita harus menjaga martabat bangsa. Jaga akhlak, ikuti adat istiadat negara penempatan, dan teruslah belajar meski sudah bekerja. Jangan lupa kelola keuangan dengan bijak.”

Direktur PDS, Maxixe Mantofa, menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen mencetak tenaga kerja migran yang tak hanya terampil teknis, tapi juga berdaya saing internasional. Para calon PMI ini dibekali beragam keterampilan, mulai dari las, body repair, spa, perhotelan, keperawatan, hingga teknisi otomotif dan kedirgantaraan.

Baca Juga  Real Estate Prigen Berubah Jadi Wisata Terpadu, DPRD Kabupaten Pasuruan Minta Patuhi Rekomendasi Pansus

Penguasaan bahasa asing juga jadi kunci. Mereka dilatih Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Mandarin, Kantonis, hingga Melayu, disesuaikan dengan negara tujuan. “Permintaan dari negara penempatan seperti Jepang dan Korea Selatan meningkat signifikan, terutama untuk sektor las, electrician, dan painter,” beber Maxixe.

Yang menarik, Maxixe bahkan menyebutkan bahwa calon PMI ini akan ditempatkan di industri strategis seperti galangan kapal dan pabrik pesawat jet tempur. “Untuk painter dan electrician, bahkan dibutuhkan hingga ratusan orang setiap tahun, dengan syarat minimal D2 dari jurusan tertentu,” jelas Maxixe. (mo/rif)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Wabup Pasuruan Gus Shobih Bagikan Kaki Palsu Bagi Penyandang Disabilitas

Pemerintahan

Pemkab Pasuruan Didesak Tegas Soal Tunggakan Plaza Bangil

Pemerintahan

Pemkab Pasuruan Sukses Pertahankan Opini WTP 13 Kali Berturut-turut

Pemerintahan

Pegawai Pemkab Resah Pengangkatan PPPK Mundur

Pemerintahan

Jelang Pengesahan Raperda TJSL, Gabungan Aktivis Kritisi Rekrutmen Tim Fasilitasi

Pemerintahan

Pemkab Pasuruan Ajukan Lima Raperda Strategis ke DPRD

Pemerintahan

Mudik Gratis Pasuruan Dibuka: Lima Bus Siap Antar Pemudik ke Kampung Halaman

Pemerintahan

RPJMD Jadi Jurus Bupati Mas Rusdi Jemput Pasuruan Maju, Sejahtera, Berkeadilan