Home / Berita

Kamis, 19 September 2024 - 17:00 WIB

Saksi Persidangan Ungkap Siapa Mafia Merek Sebenarnya, Sahlan SH dan Rekan Buka Kedok Fajar Dalam Sidang

PASURUAN, titiksatu.com – Sengketa merek bantal Harvest yang menjerat Deby Afandi selaku UMKM asal Bujeng, Kecamatan Pandaan, Kabupaten kini di meja hijaukan. Sidang yang digelar di pengadilan kota pasuruan dihadiri oleh pelapor yakni Fajar.

Teks foto : Sahlan SH dan Rekan saat lakukan pres rilis saat selesai sidang

Teks foto : Sahlan SH dan Rekan saat lakukan pres rilis saat selesai sidang

Dalam sidang itu, Fajar menuding bahwa merek bantal Harvest memiliki kesamaan dengan merek miliknya, Harvestluxury. Merk yang telah diperoleh sertifikat HAKI nya pada 19 Maret 2023.

Menurut Fajar, jika merek Harvestluxury miliknya resmi terdaftar pada 19 Maret 2023. “Saat iti saya dan istri mengunjungi sebuah toko home dekor, dan istrinya menemukan sebuah bantal dengan merek Harvest yang membuatnya terkejut karena dianggap sangat mirip dengan produk yang saya miliki,” ujarnya.

Baca Juga  Baliho Bergambar Dirinya Dijadikan Tirai, Gus Irsyad Semprit Pegawainya

Ia menambahkan, dengan adanya produk tersebut , saya kemudian memutuskan untuk membeli bantal tersebut dan segera membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian pada 21 Maret 2023, hanya dua hari setelah mendaftarkan mereknya.

“Saya konsultasi ke kantor HAKI di Kayun, dan segera membuat laporan ke Polisi Saya belum mengajukan somasi karena saya tidak kenal siapa yang membuat produk ini,” aku Fajar dalam persidangan.

Fajar juga mengaku pertama kali mengetahui bahwa produk tersebut dipasarkan oleh Deby Efendi melalui platform e-commerce seperti Shopee dan TikTok.

Baca Juga  Lujeng Sudarto Desak Kejari Bangil Tangkap Aktor Mafia Tanah.

Dalam sidang itu, saksi lainya juga dihadirkan, di antaranya Slamet pemilik toko home dekor tempat Fajar menemukan bantal Harvest dan Hamid yang terlibat dalam pembuatan bantal tersebut.

Dalam kesaksian itu Hamid menjelaskan secara gamblang di ruang persidangan, Hal ini terkait dengan dugaan pemerasan Fajar terhadap penjual bantal lain merek Daffa yakni H. Fauzan.

“Kasus ini hampir sama dengan kasus H Fauzan dan mereka dimintai 200 juta oleh Fajar dan saya mendengar langsung kalau H Fauzan dimintai uang 200 juta, pada kasus yang sama terkait HAKI juga, dan saat ini kasus itu menimpa Deby pemilik merek Hervest,” tandasnya.

Baca Juga  54 Kades Terpilih Resmi Dilantik. Ada yang Sampai Coret Pajero Sport Pribadi

Kuasa hukum Deby,  Sahlan SH dan rekan mengajukan  beberapa pertanyaan kepada Fajar terkait merek Harvest telah dimiliki oleh Andri Wongso jauh sebelum Fajar mendaftar yakni tahun 2005.

Sahlan menjelaskan apa yang dilakukan pemohon (Fajar) ini ngawur tidak ada legal standingnya dan ini cacat hukum, lihat letak geografisnya itu sangat beda dan ada 7 perbedaannya.

“Beberapa saksi telah menjelaskan secara gamblang siapa Fajar sebenarnya,  lalu siapa saja yang telah menjadi korbannya, kami mendatangkan sanksi dalam persidangan tersebut agar terkuak akal busuk yang dilakukan oleh pemohon,” tandas Sahlan SH dan Rekan kepada wartawan ini. (And/rf).

Share :

Baca Juga

Berita

Apel Operasi Lilin Semeru 2025, Polres Pasuruan Perketat Pengamanan Nataru

Berita

Curigai Program Redistribusi di Tambaksari Jadi Ajang Pungli, Aktivis Lapor Kejari

Berita

Diguyur Hujan Empat Jam, Rumah Di Lekok Ambruk
Siaga : KPU dan pol pp Lakukan pemeriksaan tenaga lipat surat suara di gudang logistik

Berita

Jaga Ketat, KPU Selalu Periksa Tenaga Lipat Yang Keluar Masuk.

Berita

Tutup Rangkaian HSN 2023 MWCNU Kejayan Kukuhkan Kepengurusan Lembaga Masa Khidmat 2023-2028

Berita

Tilang Manual Akan Diterapkan, Catat Waktunya

Berita

Pj Bupati Pasuruan Rentan “Orang Titipan”, Aktivis Siap Hadang
Unras : Puluhan Karyawan PT. Adiperkasa Ekabakti Industri lakukan aksi damai dengan memblokir akses pintu masuk perusahaan

Berita

Puluhan Karyawan PT. Adiperkasa Ekabakti Industri Di PHK