Home / Lainnya

Sabtu, 13 Juli 2024 - 06:55 WIB

Pusaka Soroti Kinerja Pol PP dan Bea Cukai Tak Mampu Tangkap Mafia Cukai

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?

PASURUAN, titiksatu.com – Pemberantasan rokok ilegal terhadap pedagang eceran yang dilakukan Pol PP dan Bea Cukai Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu mendapat perhatian serius dari Direktur Pusat Study dan Advokasi (PUSAKA) Lujemg Sudarto.

Operasi gabungan rokok ilegal dinilai hanya sia sia saja, dan terkesan hanya akan membuang-buang anggaran, Pasalnya tindakan itu tidak akan memiliki pengaruh besar dalam pemberantasan rokok ilegal.

Pelanggaran produsen rokok tanpa  cukai atau penggunaan pita cukai tidak sesuai perutukannya itu melanggar hukum yang tertuang dalam Pasal 54 UU Cukai dengan ancaman pidana  penjara 1 tahun hingga 5 tahun dan/atau denda 2 kali hingga 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Baca Juga  Memilukan, Mau Nyebrang, Dua Mahasiswi Ini Malah Tewas Kecelakaan

Lujeng Sudarto menilai, selama ini penangkapan mafia cukai tidak pernah terjadi,  perusahaan rokok banyak yang melanggar aturan tetapi mereka aman-aman saja.

“Ini merupakan kejahatan korporate, dan harus diberantas,  mereka itu para mafia cukai yang memiliki kekusaan untuk mengatur pol PP dan Bea cukai seperti boneka,” tandas Lujeng.

Ia menambahkan,  Jika  Bea Cukai dan Pol PP punya niat serius untuk memberantas peredaran rokok ilegal mestinya pihak Pol PP dan Bea Cukai dapat membrangus produsen dan para mafia cukai,  jangan mencari keuntungan dibalik aturan saja.

Baca Juga  Warga Kambingan dibuat Gempar,  Ditemukan Wanita Tewas  Membusuk dan Telanjang

Masih dengan Lujeng, pedagang Kelas toko dan pedagang eceran itu rakyat kecil yg hanya cari untung kecil, saya menilai tugas mereka tak lebih hanya untuk menggurkan tugas untuk menyerap anggaran pemerintah.  para produsen dan mafia cukai  yang merugikan negara harus bragus sampai hangus, “Banyak trik dan peran dalam bermain cukai, bahkan  menjual belikan cukai senak udelnya. Para mafia dengan  leluasa bisnis pita cukai  karena mereka merasa ada beking.

“Menindak pedangan eceran rokok ilegal itu terkesan ceremonial, bisa jadi pedagang eceran hanya  menjadi sasar untuk menuhi kuota tugas, tapi bandite malah leluasa beroperasi,” tegas Lujeng.

Baca Juga  Tingkatkan Wawasan Idiologi Pancasila dan Wasbang, Kesbangpol Ajak Masyarakat.

Dalam hal ini, PUSAKA akan mengambil langkah mengadvokasi pedagang eceran dan toko kecil yang disita dagangannya, sekaligus akan mengajukan legal opinion ke bea cukai dan instansi lainnya terkait tidak disentuhnya para bos rokok ilegal dan mafia cukai.

“Ini kita lakukan agar terpenuhi rasa kedilan, kepastian hukum dan kemanfaatan terhadap masyarakat, jangan memanfaatkan aturan untuk mencari keuntungan atau hanya serimonial dalam menggugurkan kewajiban saja,” papar Lujeng. (and/rif).

Share :

Baca Juga

Lainnya

Jaringan Narkoba Pandaan Digulung, Polres Pasuruan Sikat Dua Pengedar Sabu dan Ganja

Lainnya

Dua Anggota Dewan Dilantik PAW, Ini Sebabnya

Lainnya

Eliminasi TBC, YABHYSA Gandeng Pemangku Kebijakan Kabupaten Pasuruan Lakukan Kolaborasi Bersama
Murung : Heru Syamsudin selesai di keler ke mapolres pasuruan.

Lainnya

Budak Sabu Asal Sidoarjo Dikrangkeng Satreskoba Polres Pasuruan.

Lainnya

Serang Balik! Kades Ngerong Bantah Palsukan AJB, Sebut Pemenang Gugatan Cuma Cucu Keponakan

Lainnya

Prestasi Porprov Jatim Melorot, DPRD Soroti Transisi Kepemimpinan
Teks Foto : pemkab dan kemenag gelar manasik haji di Bangkodir, Pogar, Kec Bangil, Kab Pasuruan

Lainnya

Gelar Manasik Haji, Ribuan Calon Jemaah Haji Padati Bangkodir Bangil

Lainnya

Miras Ilegal di Pasuruan Bikin Resah, FORMAT “Gedor” Polres Pasuruan