Home / Lainnya

Kamis, 12 Januari 2023 - 22:17 WIB

Sidak Balai Desa Sumberglagah, Komisi I Temukan Fakta Mencengangkan. Baja Ringan Terlalu Tipis?

SIDAK : Jajaran anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, saat sidak ke Balai Desa Sumberglagah, Kecamatan Rembang

REMBANG, titiksatu.com – Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan menemukan keganjilan saat sidak pendopo Balai Desa Sumberglagah, Kecamatan Rembang, Kamis (12/1). Baja ringan atau galvalum yang digunakan sebagai atap, dinilai tak layak untuk gedung sarana publik.

Hal itulah yang ditengarai menjadi salah satu pemicu. Ambrolnya atap pendopo Balai Desa Sumberglagah, Kecamatan Rembang tersebut.

“Kami menemukan sisa baja material di sekitaran area balai desa. Penilaian kami, baja ringan yang dipakai sebagai penyanggah genteng, tidak sesuai untuk gedung sarana publik,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Aripin.

Baca Juga  Divonis Bersalah, Santri Pembakar Juniornya Diputus 5 Tahun Penjara

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini memandang, galvalum yang harusnya dipakai untuk gedung sarana publik, setidaknya memiliki ketebalan 5 milimeter. Hal ini untuk menjaga ketahanan atau pun kekokohan atap yang dipasang.

Namun, sisa material galvalum yang ditemukannya, hanya memiliki ketebalan 1,5 milimeter. Hal tersebut jelas, sangat tipis dan beresiko terhadap ketahanannya.

Baca Juga  Peringati Hari Narkotika International, BNN Gelar Turnamen E-Sport

“Kami belum tahu RAB-nya seperti apa. Tapi, bila di RAB hanya 1,5 milimeter, jelas tidak layak,” tandasnya.

Kepala Desa Sumberglagah, Kecamatan Rembang, Fatkhur Roji mengaku benar-benar tak menyangka dengan kejadian tersebut. Karena sebetulnya, pekerja berusaha untuk melakukan penguncian terhadap galvalum tersebut agar kuat.

Saat itu, pekerja sedang istirahat. Kebetulan, ada hujan. Meski tidak lebat. “Mungkin karena berat akibat hujan, jadi ambruk,” sampainya.

Baca Juga  Keren!!! Beri Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat, Satlantas Polres Pasuruan Panen Penghargaan

Kejadian ambruknya atap pendopo yang baru dibangun itu, berlangsung Senin (9/1). Pendopo tersebut dibangun dengan anggaran Rp 400 juta. Di mana, tahap pertama, dialokasikan Rp 250 juta pada 2021. Dana itu, untuk pengurukan lahan dan juga pondasi serta pilar.

Dilanjutkan Rp 150 juta, tahun 2022 kemudian. Anggaran yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) itu, untuk atap dan juga lantai. Ternyata, saat pengerjaan, mendadak ambruk. (and/rif)

Share :

Baca Juga

Lainnya

Membanggakan, Anak Jurnalis Pasuruan Borong Dua Medali Dalam Ajang Olimpiade Sains Nasional
Rapat Koordinasi Koni Bersama Cabor

Lainnya

Prestasi Elit Anggaran KONI Sulit.
Pekerjaan : Tampak proses pembuatan jambanisasi dirumah salah satu warga di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Lainnya

Program Jambanisasi Miliaran Kabupaten Pasuruan Terancam Molor
Sinergi : Pemkab dan TNI berikan bantuan kepada warga dalam penutupan TMMD 119

Lainnya

Penutupan TMMD ke 119 TNI dan Pemkab Bersinergi

Lainnya

7 Ciri-Ciri Penis Sehat (Bagaimana ‘Punya’ Anda?)

Lainnya

7 Masalah Kesehatan di Indonesia dan Solusinya

Lainnya

Kinerja Polres Terkesan Lamban, Pelaku Pedofil Diduga Kabur

Lainnya

Benarkah Tidak Makan Nasi Bisa Bikin Lebih Sehat?