Home / Pemerintahan

Kamis, 30 April 2026 - 17:04 WIB

Wali Kota Pasuruan Copot Rudi dari Jabatan Sekda, Meritokrasi atau Punishment?

PASURUAN, TitikSatu.com – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, resmi mencopot Rudiyanto dari posisi orang nomor satu di jajaran ASN Pemkot Pasuruan. Rudi kini “diparkir” sebagai Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi setelah lima tahun menduduki jabatan Sekretaris Daerah.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini digelar di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kamis (30/4/2026). Pergeseran Rudi ini memicu spekulasi: apakah murni penyegaran organisasi demi meritokrasi, ataukah sebuah bentuk punishment (hukuman)?

Usai prosesi pelantikan, Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi ini menegaskan bahwa mutasi jabatan, termasuk posisi Sekda, adalah hal yang wajar dalam dinamika pemerintahan. Ia membantah adanya intervensi politik atau faktor personal dalam keputusan tersebut.

Baca Juga  Satu Mundur, Kuota Sekolah Rakyat Tetap Penuh

Mas Adi memastikan seluruh proses telah melewati tahapan resmi di Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan mendapat lampu hijau dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami pastikan sudah melewati tahapan yang sesuai oleh BKN. Apalagi saat ini semua mutasi ASN harus by system lewat e-Mut. Hasil dari pansel pun kami tidak bisa intervensi,” tegas Mas Adi.

Baca Juga  Mutasi Pejabat Pemkab Pasuruan Awal Tahun, Tiga OPD Melebur

Terkait posisi Rudi yang kini menjabat Staf Ahli, Mas Adi mengingatkan bahwa setiap ASN harus siap ditempatkan di posisi mana pun tanpa menurunkan performa kerja. “Saya rasa bukan alasan untuk menurunkan kinerja,” imbuhnya.

Pencopotan Rudiyanto yang telah menjabat Sekda definitif sejak Juni 2021 ini menyisakan kursi kosong. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemkot Pasuruan akan segera membuka pengumuman seleksi terbuka bagi para pelamar.

Baca Juga  Sertijab Bupati Pasuruan, Mas Rusdi Dan DPRD Tingkatkan Sinergitas  Demi Kemajuan Pasuruan

Adi memberikan sinyal bahwa calon Sekda baru nanti tidak harus berasal dari internal Pemkot Pasuruan. “Siapa saja nanti yang melamar menjadi Sekda di sini, monggo,” tandasnya.

Selain jabatan Sekda, lima pejabat eselon II lainnya juga turut digeser dalam mutasi kali ini. Namun, Adi menyebut bahwa gerbong mutasi ini belum berakhir. Akan ada gelombang mutasi lanjutan untuk mengisi kekosongan jabatan dan mengoptimalkan roda pemerintahan di sisa masa jabatannya. (man/rif)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Proyek Real Estate Cacat Prosedur, Pansus DPRD Rekomendasikan Setop Total

Pemerintahan

Mudik Gratis Pasuruan Dibuka: Lima Bus Siap Antar Pemudik ke Kampung Halaman

Pemerintahan

Soroti Dugaan Penyimpangan Kelola Anggaran, Fortrans Desak Kejari Buka Mata

Pemerintahan

Geger Panggilan Anggota oleh KPK, Ketua DPRD Kab Pasuruan: Hoax

Pemerintahan

Pemkab Pasuruan Didesak Tegas Soal Tunggakan Plaza Bangil

Pemerintahan

Pemkab Pasuruan Raih Insentif Fiskal Rp7,15 Miliar karena Sukses Turunkan Stunting

Pemerintahan

Bupati Pasuruan “Blusukan” ke Operasi Pasar: Harga Terjangkau, Warga Berebut

Berita

DPRD Pasuruan Genjot Pembahasan 36 Raperda