Home / Pemerintahan

Jumat, 20 Juni 2025 - 00:27 WIB

Pemkab Pasuruan Didesak Tegas Soal Tunggakan Plaza Bangil

PASURUAN, TitikSatu.com – Skandal tunggakan sewa Plaza Bangil Kabupaten Pasuruan kini jadi sorotan tajam. Total tunggakan yang menumpuk sejak 2012, alias selama 13 tahun terakhir, mencapai angka fantastis: Rp 22 miliar. Angka jumbo ini terungkap saat audiensi sejumlah pegiat LSM di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/6/2025).

Chairil Muchlis, Ketua LSM Jimat, menduga tunggakan masif ini terjadi karena adanya praktik pemindahtanganan aset Plaza Bangil secara ilegal setelah Hak Guna Bangunan (HGB) pedagang berakhir pada tahun 2012.

Baca Juga  Desak Penutupan Tambang Ilegal, Ayi Suhaya: Merugikan Masyarakat

Dari total tunggakan, sekitar Rp 15 miliar berasal dari pedagang di Plaza Bangil, sementara sisa Rp 6 miliar dari kios pasar. Nominalnya bervariasi, dari Rp 3,15 juta hingga Rp 25 juta per tahun per penyewa.

“Sebagian kios dan ruko kemudian dipindahtangankan ke penyewa lain, tapi biaya sewa tidak disetorkan ke Pemda,” ungkap Muchlis.

Jimat bahkan mencium indikasi monopoli, di mana satu orang bisa menguasai beberapa ruko. Ia mendesak Pemkab Pasuruan segera memetakan kepemilikan dan mengambil tindakan tegas, terutama bagi pihak kedua yang menerima pemindahtanganan aset.

Baca Juga  Usai Serap Aspirasi, DPRD Kabupaten Pasuruan Godok Arah Pembangunan Daerah Tahun 2027

“Kalau ada piutang sekian miliar, maka ada uang rakyat dari pajak yang perlu ketegasan dari pemerintah daerah untuk menagih,” tegasnya.

Menanggapi temuan ini, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Arifin, menyatakan pihaknya akan segera menyampaikan data ini kepada Bupati Pasuruan untuk meminta petunjuk. Ia mengakui, para pedagang yang menunggak sejak 2012 merasa keberatan jika harus membayar seluruhnya, meskipun bersedia membayar untuk 3 tahun terakhir.

Baca Juga  Kades Se-Pasuruan Diwarning, BPKP: Jangan Asal Serap Anggaran

“Selama ini sudah ada kebijakan terkait penghapusan denda tapi juga masih keberatan,” tambah politisi PDIP itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu, menegaskan pihaknya tidak berdiam diri. “Langkah-langkah yang diambil dengan melaksanakan validasi dan juga penagihan ke pedagang yang ada untuk membayar kewajibannya,” jelas Diana. (mo/rif)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Tingkat Kesejateraan dan Berkeadilan, Komisi DPRD Berikan Rekomendasi Di Paripurna II

Pemerintahan

Sempat Diprotes Warga, Proyek Jalan Kedungringin Digas Lagi

Pemerintahan

Peringati HUT Bayangkara ke 80 Polres Pasuruan Gelar Turnamen Offline MLBB Kapolres Esport Cup Road To Kapolri Cup Di Sentra UMKM

Pemerintahan

DPRD Kab Pasuruan Cari Solusi Lintasan Tiang Listrik di Kawasan Hutan Sedaeng

Pemerintahan

Pemkab Pasuruan Raih Insentif Fiskal Rp7,15 Miliar karena Sukses Turunkan Stunting

Pemerintahan

Semrawut, DPRD Pacu Perbaikan Manajerial Plaza Gempol

Pemerintahan

Bupati Rusdi Sutejo Hapus Piutang PBB P2 Rp 24 Miliar Lebih

Berita

Era Baru Persekabpas Dimulai, Pemkab Pasuruan Ambil Alih Kendali