PASURUAN, TitikSatu.com – Pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Pasuruan tetap berjalan sesuai rencana. Meski satu calon murid menyatakan mengundurkan diri, kekosongan kursi itu langsung terisi oleh peserta dari kuota cadangan.
Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menjelaskan bahwa satu calon murid berinisial R (12) menyampaikan pengunduran diri beberapa hari sebelum kegiatan dimulai. R diketahui selama ini tinggal bersama keluarga besarnya di Kota Pasuruan. Namun, setelah lulus SD, ibunya meminta R untuk pindah dan tinggal bersamanya di Kota Malang.
“Anaknya sebenarnya ingin masuk SR. Kakeknya juga sangat mendukung. Tapi karena ibunya menghendaki dia tinggal di Malang, ya kami harus menghormati keputusan keluarga,” ujar Kokoh.
R sendiri merupakan anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah, kategori desil 1. Ia sebelumnya sudah masuk dalam daftar resmi 55 calon murid SR yang ditetapkan lewat Surat Keputusan (SK) Wali Kota Pasuruan. Beruntung, sistem seleksi menyertakan beberapa nama dalam daftar cadangan. Sehingga, satu posisi kosong langsung digantikan tanpa mengganggu kuota keseluruhan.
Kegiatan perdana Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai Jumat (1/8/2025). Lokasi belajar bertempat di gedung SDN Kandangsapi II yang berada di Jalan Veteran, Kota Pasuruan. Kokoh memastikan bahwa seluruh proses persiapan telah rampung. Mulai dari rehabilitasi bangunan, pengadaan fasilitas penunjang, hingga perlengkapan belajar siswa.
“Untuk sementara mereka pakai seragam sekolah lama dulu, sambil menunggu distribusi seragam baru dari Dinsos,” tegasnya.
Program Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu terobosan Pemerintah Kota Pasuruan untuk memastikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap terjamin. (ant/rif)













