Home / Kesehatan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:21 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Bersinergi dengan BNN untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

PASURUAN, TitikSatu.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan berkomitmen memperkuat peran keluarga dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan, PKK akan menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba hingga ke tingkat desa.

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Rusdi Sutejo, menegaskan bahwa keluarga adalah benteng pertama yang harus diperkuat untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kesadaran ibu-ibu sebagai garda terdepan sangat penting dalam menjaga anak dan lingkungan sekitar dari ancaman narkoba.

Baca Juga  Spermisida: Kontrasepsi yang Aman dan Efektif

“PKK akan terus hadir bersama BNN untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar mereka lebih peka terhadap tanda-tanda penyalahgunaan narkoba pada anak dan lingkungan mereka,” ujar Merita, Selasa (26/8/2025).

Merita juga menceritakan pengalamannya menghadapi kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, yang sempat membuat warga resah. Dari pengalaman tersebut, ia semakin yakin bahwa peran aktif ibu-ibu sangat vital dalam mencegah peredaran narkoba. “Ibu-ibu yang paham tanda-tanda kecanduan narkoba bisa segera bertindak, melindungi keluarganya, dan memutus mata rantai penyalahgunaan,” tambahnya.

Baca Juga  WASPADA NARKOBA PADA GEN Z, SATRESKOBA DAN SMA MAARIF NU PANDAAN GANDENG ESI

Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki, menyambut baik langkah PKK yang turut serta dalam pemberantasan narkoba. Menurutnya, keluarga, khususnya para ibu, memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mengatasi penyalahgunaan narkoba sejak dini.

“Ibu-ibu harus mengerti tentang jenis-jenis narkoba, dampak negatifnya, serta tanda-tanda kecanduan. Banyak kasus bermula dari persoalan keluarga, pergaulan, atau tekanan sosial yang tidak terkendali,” jelas Masduki.

Baca Juga  Covid-19 Merebak Lagi, RSUD Bangil Tambah Ruang Perawatan dan Isolasi

Ia juga menyinggung fenomena negatif terkait “setan gepeng”, istilah yang merujuk pada penggunaan handphone sebagai sarana untuk memperkenalkan pergaulan buruk, termasuk narkoba, tanpa pengawasan.

BNN Kabupaten Pasuruan tidak hanya fokus pada sosialisasi, tetapi juga menjalankan program agen pemulihan yang melibatkan konsultan, penyuluh, dan relawan untuk membantu proses pemulihan bagi pecandu. Sejak Januari hingga Agustus 2025, sekitar 180 orang telah mendapat pendampingan melalui program ini. (rif)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Implementasi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, RSUD Bangil Sediakan Klinik Gigi Spesialis Terpadu

Kesehatan

7 Tanda Usus Sudah Mulai Bermasalah, Salah Satunya Mudah Sakit!

Kesehatan

Gara-gara Ini, Kabupaten Pasuruan Naik Level 3. Siap-siap Pengetatan Lebih Tinggi

Kesehatan

Waspada, Pakai Minyak Goreng Bekas, Sangat Berbahaya. Ini Penyakit yang Bisa Menyerang

Berita

TINGKATKAN PELAYANAN RSUD GRATI PJ BUPATI LAUNCHING GEDUNG INSTALASI FARMASI DAN INOVASI SISTER PERI SI-PLUS

Kesehatan

WASPADA NARKOBA PADA GEN Z, SATRESKOBA DAN SMA MAARIF NU PANDAAN GANDENG ESI

Kesehatan

Begini Cara Pemkab dan BINDA, Perangi Covid-19. Ampuh Tekan Kasus Aktif

Berita

Hmmm…Ibu dan Anak Ini, Bikin Dua Sekolah Tak Bisa PTM