PASURUAN, TitikSatu.com – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digelorakan dari dunia pendidikan. MTsN 4 Pasuruan bersama komunitas pemerhati lingkungan Kampoeng Pancar Air menggelar aksi penanaman ratusan pohon konservasi di kawasan hulu Sungai Welang, Selasa (16/12).
Sebanyak 249 siswa dan 40 guru MTsN 4 Pasuruan Wonorejo terjun langsung menanam 300 bibit pohon di kawasan yang selama ini dikenal sebagai daerah resapan air sekaligus rawan erosi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala MTsN 4 Pasuruan Akhmad Fauzi sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap krisis lingkungan dan upaya mitigasi bencana di daerah aliran sungai.
Akhmad Fauzi menegaskan, aksi tanam pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, penanaman pohon menjadi bagian dari pendidikan karakter dan implementasi nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan kepada para siswa sejak dini.
“Ini bukan hanya soal penghijauan. Ini adalah investasi ekologis jangka panjang. Anak-anak kami menanam harapan, menanam oksigen, sekaligus menjaga sumber air bersih untuk masa depan,” ujarnya.
MTsN 4 Pasuruan sendiri merupakan sekolah Adiwiyata Nasional yang kini bersiap melangkah menuju Adiwiyata Mandiri. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran di sekolah.
Hulu Sungai Welang dipilih karena memiliki fungsi ekologis strategis. Selain menjadi kawasan resapan air utama, wilayah tersebut juga rawan terjadi degradasi lahan. Melalui aksi tanam pohon, lahan kritis diharapkan berangsur pulih dan menjadi benteng alami bagi kelestarian ekosistem sungai.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Sugiarto, S.AP, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Golkar yang juga peraih Anugerah Kalpataru 2011. Ia turut membantu penyiapan lahan dan bibit tanaman sebagai bentuk komitmen mengajak berbagai pihak terlibat aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan.
“Menjaga kawasan hulu sungai adalah investasi penting untuk masa depan. Gerakan tanam pohon harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak,” kata Sugiarto. (mo/rif)













