Home / Berita

Jumat, 3 Februari 2023 - 19:48 WIB

Jadi Tuan Rumah Bahtsul Masail Nasional, Ini Usulan yang Menjadi Bahasan

Dewan Perumus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Nasional PBNU, KH. Kholili Kholil

PASURUAN, titiksatu.com – Lembaga Bahtsul Masail (LBM ) Nasional, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyiapkan sejumlah usulan untuk dirumuskan dalam kebijakan di pemerintahan. Rumusan usulan itu akan dibahas dalam Bahtsul Masail Nasional yang akan dilangsungkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Canga’an di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Agenda bahtsul masail nasional itu akan dilangsungkan 4-5 Februari 2023. Di mana, acara tersebut merupakan rangkaian perayaan 1 Abad NU di Jawa Timur.

Dewan Perumus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Nasional PBNU, KH. Kholili Kholil memaparkan, ada beberapa bahasan yang akan digelar dalam Bahtsul Masail di Bangil. Salah satunya, berkaitan dengan rancangan UU terakait makanan ataupun obat sehingga menjadi regulasi baru. Hal ini kaitannya dengan persoalan obat sirup yang sempat memunculkan persoalan di tengan masyarakat.

Baca Juga  Siapkan Atlet POPDA 2026, Cabor Petanque Gelar Seleksi Di SMPN 2 Bangil

“Kami menilai, BPOM kecolongan terkait obat sirup. Makanya, perlu ada regulasi tambahan berkaitan dengan hal tersebut,” jelasnya.

Bukan hanya soal obat ataupun makanan, hal lain yang bakal dibahas, mengenai pekerja muslim yang mencari nafkah di rumah non muslim. Di mana salah satu pekerjaannya adalah membersihkan perabotan dapur yang tersentuh makanan najis seperti babi, menjadi tukang dalam pembangunan gereja.

Atau bekerja sebagai pelayan di bar, menjadi kurir dari perusahan minuman keras, menyewakan rumah untuk kegiatan agama lain maupun sebuah perusahan menjual etanol kepada perusahaan pembuat minuman keras. Bahkan dalam skala yang lebih luas. Misalnya menyangkut kerja sama antara negara mayoritas berpenduduk muslim dengan negara mayoritas penduduknya non-muslim.

Baca Juga  Tak Terbukti, BK Pilih Stop Aduan Format Soal Overlaping Tentang Tambang

“Ini menjadi kecanggungan di tengah masayrakat. Boleh tidak memberi makan keluarga, dari hasil kerja di perusahaan tersebut. Hal ini akan menjadi bahasan kami juga, agar MUI bisa mengeluarkan fatwa,” tandasnya.

Kyai yang juga merupakan pengurus Ponpes Canga’an ini menambahkan, bahasan lainnya berkaitan dengan UU kekerasan seksual. Mengingat, banyak masyarakat mengadu ke PBNU tentang minimnya regulasi tindak penanganan kekerasan seksual. Di mana, secara dhohir sangat diskriminatif terhadap wanita.

Baca Juga  MORAL BANGSA dan KARISMATIK PERTIWI

Hajatan yang digelar dalam perayaan Satu Abad NU itu, bakal dihadiri banyak kyai dan ulama yang akan hadir. Mereka akan berkumpul dan melakukan pembahasan hingga mengeluarkan fatwa berkaitan isu-isu yang berkembang saat ini. Hajatan dilangsungkan di Ponpes Canga’an Bangil bukan tanpa alasan.

Ada banyak pertimbangan, hingga akhirnya Ponpes Canga’an dipilih sebagai tuan rumah. Perlu diketahui, Ponpes Canga’an Bangil merupakan salah satu ponpes tertua di Indonesia. Bahkan PBNU telah menganugrahi Ponpes Canga’an sebagai ponpes tertua ketiga di Indonesia. Dari ponpes ini pula, banyak melahirkan ulama hingga tokoh-tokoh besar nasional. (and/rif)

Share :

Baca Juga

Simpati ; Ketua DPRD Sudiono Fauzan datangi rumah Siana yang habis terbakar.

Berita

Simpati Terhadap Korban Kebakaran, Mas Dion Sambangi Rumah Siana
Aksi : Ratusan Warga meluruk PT Violia Rembang Pier

Berita

Tagih Janji, Ratusan Warga Luruk PT. Violia

Berita

Matangkan Skill Atlet Jelang Porprov Jatim

Berita

Taji Polresta Pasuruan Diuji, Aktivis Desak Otak Intelektual Pokmas Diseret Ke Bui

Berita

Calon Tunggal, Nik Sugiharti Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Golkar Kabupaten Pasuruan
Siaga : PMK saat melakukan pemadaman kebakaran toko klontong di Alun-alun Bangil.

Berita

Ledakan BBM Dan LPG Toko Klontong Di Bangil Ludes Terbakar

Berita

Minta Tunjangan Setara ASN, Perangkat Desa Serbu Jakarta

Berita

Bluppp…,! Tabung LPG Ngowos, Lima Korban Diperban