Home / Pendidikan

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:14 WIB

Pemain Putra Jaya Dilarang Bermain Seumur Hidup Imbas Tendangan Kungfu

PASURUAN, TitikSatu.com – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi terberat kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Muh. Hilmi Gimnastiar. Pemain bernomor punggung 23 tersebut dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup akibat tindakan kekerasan fatal dalam ajang Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025–2026.

Keputusan itu diambil usai sidang Komdis PSSI Jatim yang digelar di Surabaya. Ketua Komdis PSSI Jatim, Makin Rachmat, menyatakan perbuatan yang dilakukan Hilmi telah melampaui batas sportivitas dan prinsip dasar olahraga.

Baca Juga  Polisi Masuk Sekolah, Polres Pasuruan Bentuk Karakter Pelajar Lewat Saka Bhayangkara

“Berdasarkan pemeriksaan fakta persidangan, yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran berat berupa violent conduct. Ia menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, hingga korban mengalami luka parah di bagian dada dan berpotensi cacat permanen,” ujar Makin, Selasa (6/1).

Insiden tersebut terjadi pada laga babak 32 besar Grup CC yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1). Komdis menilai tindakan kekerasan itu tidak dapat ditoleransi karena membahayakan keselamatan pemain lain.

Baca Juga  Anwar Sadad: SMAN 1 Taruna Madani Jangan Sampai Mereduksi Hak-hak Masyarakat Bangil

Makin menjelaskan, sanksi berat tersebut dijatuhkan dengan mengacu pada Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI tentang tingkah laku buruk dan kekerasan di lapangan.

Dalam amar putusan, Komdis PSSI Jatim menyatakan Muh. Hilmi Gimnastiar terbukti melanggar Pasal 48, Pasal 49, Pasal 10, dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025. Selain larangan beraktivitas seumur hidup, pemain tersebut juga dikenai sanksi denda administratif sebesar Rp 2,5 juta.

Menurut Makin, hukuman berlapis tersebut dimaksudkan untuk memberikan efek jera, tidak hanya bagi pelaku, tetapi juga bagi seluruh pemain dan klub yang terlibat dalam kompetisi.

Baca Juga  Pemecatan Guru Honorer Menuai Protes

“Kami tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang mengancam nyawa atau masa depan sesama pemain. Sepak bola harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Meski demikian, Komdis PSSI Jatim masih membuka ruang bagi pihak yang bersangkutan untuk mengajukan banding sesuai regulasi yang berlaku. PSSI Jatim berharap kejadian serupa tidak terulang, agar kompetisi berjalan lebih aman dan menjunjung tinggi sportivitas.(ant/rif)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Pemecatan Guru Honorer Menuai Protes

Pendidikan

Hebat..!!, Usai KY, Giliran Bawaslu Kota Yang Digandeng Unmer Pasuruan

Pendidikan

PPKM Level 3, Dispendik Pastikan PTM Tetap Jalan

Pendidikan

Upaya Tingkatkan Prestasi Pada FORDA III, KORMI Gelar Festifal Olahraga Masyarakat

Berita

Ngeri…Gadis SMP Kelas 3 Di Bangil Ini Disetubuhi Teman Sendiri. Kini Sampai Depresi

Pendidikan

Proyek Asrama Putri di SMANBA Dinilai Misterius, Bahkan Pemprov Jatim Tak Tahu

Berita

Kelakuan Para ABG Bikin Miris, Pesta Miras Bersama Gadis-gadis

Berita

Ponpes di Rembang Ini, Didatangi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ada Apa?