Pasuruan, titiksatu.com – Program jambanisasi tahun 2023, Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (Perkim) hampir Deatline. Diperkirakan sebanyak 1200 unit program ODF atau jambanisasi melalui anggaran dana (DBHCHT) ini disalurkan ke masyarakat, dengan nilai proyek 3 miliyar atau 2,5 juta per unit.
Penerima manfaat program ODF di Kecamatan Bangil salah satunya yakni Kelurahan Kiduldalem. Diketahui wilayah ini termasuk kelurahan dengan potensi padat penduduk dan masih minimnya warga yang memiliki jamban pribadi di rumahnya.
Penjabat kelurahan Pardjana menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 49 lebih rumah telah memperoleh manfaat dari program jambanisasi.
“Dari 17 unit yang diajukan malah mendapat tambahan sebanyak 49 unit di wilayah Kelurahan Kiduldalem telah memperoleh program jambanisasi,” Ujarnya.
Menurut data yang dihimpun, bahwa terdapat 10 Kelurahan di Kecamatan Bangil dengan total 381 unit akan memperoleh program jambanisasi. berdasarkan data dan informasi yang didapat beberapa Kelurahan yang mendapatkan jambanisasi tersebut yakni Bendomungal: 2 unit, Dermo: 8 unit, Gempeng: 128 unit, Kauman: 43 unit, Kersikan: 9 unit, Kidul Dalem: 17 unit, Manaruwi: 86 unit, Pogar: 3 unit, Raci: 19 unit, Tambakan: 66 unit.
Dalam proses pengerjaan program ODF tahun 2023 diduga tidak mengambil semua tanggung jawab pengerjaan itu sendiri, melainkan akan di kerjakan oleh pihak Kelurahan setempat dan dengan jumlah yang berbeda.
Setiap Kelurahan di Kecamatan Bangil memiliki kwantiti yang berbeda dalam setiap laporan pengerjaannya. Sampai saat ini data pengerjaan ODF oleh Perkim Kabupaten Pasuruan yang sudah selesai yakni kelurahan Bendomungal, Kauman, Kersikan, Kidul Dalem, dan Desa Raci dengan total 90 unit ODF.
Sementara itu sebanyak 140 unit ODF masih belum dikerjakan oleh Perkim hingga Desember tahun 2023. Tak hanya itu108 unit ODF juga belum dikerjakan oleh pihak Kelurahan.
Terkait progres penyelesaian program ODF tahun 2023 wartawan ini melakukan konfirmasi ke Dinas Perkim, namun pihak dinas tidak mau menemui alasan bahwa bidang yang bersangkutan masih ada rapat dan tidak bisa menemui, dan hingga sampai saat berita diterbitkan wartawan ini mencoba melakukan konfirmasi melalui Whatsup, namun tidak ada jawaban hingga berita ini diterbitkan. (jbr/rif/gus).













