Home / Lainnya

Jumat, 17 Mei 2024 - 02:20 WIB

UMKM “Dikriminalisasi” Lakukan Praperadilan di Pengadilan Negeri Kota Pasuruan

Tek foto Sahlan SH dan Rekan lakukan praperadilan di Pnegadilan Negeri Kota Pasuruan.

Tek foto Sahlan SH dan Rekan lakukan praperadilan di Pnegadilan Negeri Kota Pasuruan.

Pasuruan, Sidang permohonan praperadilan terhadap kasus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  bantal dan guling saat ini telah dilakukan sidang yang kedua kalinya yang dilakukan di pengadilina negeri Kota Pasuruan, kamis (16/5/2024) pagi.

Dan dalam sidang praperadilan itu dihadiri oleh pihak polresta pasuruan.  Humas polresta, Aipda Junaidi mengatakan, dalam proses  penyelidikan dan penyidikan telah dilakukan dan sudah sesuai dengan prosedur, “Tahapan-tahapan pemeriksaan telah dilakukan, dan saat sidang praperadilan itu telah memenuhi dengan 2 alat bukti dan keterangan ahli,” ujar Junaidi saat ditemui oleh wartawan ini.

Baca Juga  Kapolres Pasuruan Tinjau TKP Ledakan Rumah di Pasrepan

Disisi lain, Sahlan SH dan rekan mengatakan agenda saat ini  dilakukan pembacaan permohonan praperadilan, dan juga sebagai langkah untuk melihat proses sebagai penetapan tersangka terhadap tergugat. Tidak hanya itu kita juga menguji fakta-fakta dalam permasalahan ini. “Jika kita lihat nama produk ini sangat berbeda, harves way dan Harves Luxury sagat jauh berbeda. Dan ini tidak bisa dikatakan sama, ada perbedaan-perbedaan yang sangat jelas antara milik klien kami,” ucap Sahlan.

Menurut Sahlan, lambatnya pemdaftaran logo dan nama tersebut karena ketidak tahuan klien kami, bagaimana cara mendaftarkan yang benar. Sehingga menurut dugaan kami moment inilah yang dipakai penggugat untuk mengambil cela hukumnya. “Itu terbukti saat legalitas pengguat didapat, dalam tempo 11 hari, pihak klien kami di laporkan ke pihak polresta pasuruan,” imbuhnya.

Baca Juga  Kasus Praktek Jual Beli Modul Sekolah Dihentikan Kejaksaan Kota, Kenapa?

Ia menambahkan, pelapor tidak memiliki legal standing yang jelas untuk melaporkan klien kami, permasalahan tidak seharusnya dilakukan langkah hukum dan ditetapkan sebagai tersangka, mestinya UMKM itu dibina dan bukan di kriminalisasi. “Kasus ini merupakan Ultimum Remedium upaya pidana adalah upaya yang terahir jika orang itu membangkang,” tegas Sahlan.

Baca Juga  Digelontor Rp 1,4 Miliar, Gedung Kelurahan Purwosari Bakal Direlokasi

Selama ini,  terlapor selalu mematuhi dan kooperatif dalam proses penyelidikan dan penyidikan tidak ada tindakan melawan dan menghambat proses ini. Sahlan mengatakan kita koperatif dan tidak ada perlawanan saat dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan, dan iti dilakukan adalah untuk menghormati asas-asas hukum, “Kami akan membuka kasus ini seluas-luasnya, agar mata batin hakim dapat melihat dengan baik dan benar. Kami berharap akan mendapatkan keadilan yang se adil-adilnya dari pengadilan negeri kota Pasuruan ini,” tandas Sahlan. (And/rif).

Share :

Baca Juga

Lainnya

Memilukan, Ibu dan Anak asal Purworejo Tewas Saat Perjalanan Pulang

Lainnya

Sambut Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1095 Pemkab Gelar Open Turnamen Chess Master

Lainnya

Ngantuk, Truk Boks Hilang Kendali, Tabrak Bus Hingga Kernet Mati
Ketua DPC Gerindra saat pemberian berkas Bacaleg dan disambut KPU

Lainnya

Lirik Generasi Melinial, Gerindra Optimis Raih 13 Kursi

Lainnya

Dua Anggota Dewan Dilantik PAW, Ini Sebabnya

Lainnya

Telur Mentah, Bikin Sehat atau Berbahaya Jika Dikonsumsi?

Lainnya

10 Cara Menghilangkan Kecanduan Seks (Aman dan Nyaman)

Lainnya

7 Tanda Peredaran Darah dalam Tubuh Tidak Lancar (Sering Dialami)