Home / Hukum & Kriminal

Selasa, 15 Maret 2022 - 18:19 WIB

Temannya Meninggal, Bos Tambang Asal Bulusari Ini Masuk Tahanan Sendirian

DIGELANDANG : Bos tambang, Kaji Samud saat diangkut ke mobil tahanan Kejari Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, titiksatu.com – Bos tambang asal Bulusari, Kaji Samud, kembali harus meringkuk di jeruji besi. Itu setelah dalam persidangan perdananya kemarin (15/3), majelis hakim mengeluarkan surat penetapan penahanan untuk terdakwa.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Jemmy Sandra mengungkapkan, sidang perdana Kaji Samud, mengagendakan pembacaan dakwaan. Dalam dakwaan JPU di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kaji Samud didakwa pasal 2 jo pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 jo UU nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan Korupsi. Ia ditengarai memperkaya diri sendiri sehingga memicu kerugian negara.

Baca Juga  Mediasi Tak Berujung, LPA Pasuruan Dan Korban Penganiayan Tancap Gas Ke jalur Hukum

“Kami mendakwanya pasal 2 jo pasal 3 UU RI tentang tindak pidana korupsi,” terang Jemmy.

Tak hanya menyidangkan terdakwa. Jaksa juga melakukan penahanan terhadap terdakwa. Penahanan itu dilakukan, setelah majelis hakim Pengadilan Tipikor, mengeluarkan surat penetapan penahanan untuk terdakwa. “Kami titipkan terdakwa ke Rutan Bangil. Hal ini sesuai perintah pengadilan,” sambungnya.

Baca Juga  Pulang ke Rumah, Eh....Malah Diciduk Polisi. Ini Sebabnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pengerukan Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari, Kecamatan Gempol, kembali menelan “korban”. Dua bos besar asal Gempol dan Surabaya, dijebloskan ke penjara, lantaran disinyalir ikut terlibat dalam meraup keuntungan tanah kas desa tersebut.

Dua bos besar yang dimaksud, adalah Samud juragan sirtu asal Bulusari, Kecamatan Gempol dan Stefanus, warga Surabaya. Samud tak lain merupakan kakak kandung dari Yudono yang juga tersangkut kasus TKD Bulusari. Sementara Stefanus merupakan pemodal dari perusahaan tambah tersebut. Keduanya ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan di Raci, sejak 17 Desember 2020.

Baca Juga  Pengedar Sabu Bangil Ditangkap, 32 Poket Diamankan Polres Pasuruan

Mereka diduga mengeruk tanah kas desa sejak lama. Namun, benar-benar baru aktif, sekitar 2017. Imbas hal itu, kerugian negara mencapai Rp 3,3 miliar. Samud ditahan di Lapas Pasuruan Kota. Sementara Stefanus dititipkan di Rutan Medaeng Surabaya. Stefanus akhirnya meninggal di rumah sakit, atas penyakit komplikasi yang dideritanya. Sementara, Samud, kini harus menjalani persidangan. (and/rif)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Bupati Gandeng Bea Cukai Berantas Rokok Ilegal, Lindungi Pundi Negara dan Kesehatan Warga

Hukum & Kriminal

Keok di Pengadilan Tinggi, Juragan Sirtu Bulusari Bebas. Jaksa : PT Bukan Akhir Segalanya, Masih Ada MA

Hukum & Kriminal

Duh…!! Dituduh Mencuri, Santri Ponpes Bakar Temannya Sendiri

Hukum & Kriminal

Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Polres Pasuruan Amankan Dua Pengedar

Hukum & Kriminal

Kejahatan Berujung Petaka, Pencuri Motor di Winongan Tewas Akibat Bondet Meledak di Tangan Sendiri

Hukum & Kriminal

Hindari Penyalahgunaan, Polres Pasuruan Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

Hukum & Kriminal

Pengusaha Bengkel, Asal Warungdowo Ngandang. Usai Dilaporkan Kades, Atas Kasus TKD

Hukum & Kriminal

Pelarian Berakhir! Pemilik Rumah Lokasi Mayat Bugil di Grati Ditangkap di Makam