Home / Lainnya

Selasa, 7 Mei 2024 - 08:35 WIB

P2S Jadi Ajang Pembuktian, 438 Santri Al Yasini Terjun Ke Masyarakat Tingkatkan Imtek dan Taqwa

PASURUAN, titiksatu.com-Program Pengabdian Santri (P2S) bakal menjadi ajang pembuktian ratusan santri Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini untuk bisa menebar manfaat dengan pemgabdian diri Selama sebulan kedepan, mereka mengabdikan ilmu dan pengalaman mereka kepada masyarakat guna dalam peningkatan Iman dan taqwa serta Teknologi.

Sebanyak 438 santri pondok pesantren asuhan K.H.A. Mujib Imron itu dilepas keberangkatannya untuk mengikuti P2S angkatan ke-12 di Aula Al Yasini, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin (6/5). Para santri ini akan disebar ke 71 lokasi di 24 kecamatan se-kabupaten.

Teks foto : Pelapesan 438 santri terpadu Al-Yasini mengabdi kepada Masyarakat

Teks foto : Pelapesan 438 santri terpadu Al-Yasini mengabdi kepada

Ustadz Zainuddin Ketua Pompes Terpadu Al-yasini mengemukakan,  P2S merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa pengabdian dan kepedulian sosial para santri.

Baca Juga  Caffe Berbahan Dasar Bambu dan Alang-Alang 30 Menit Api Melahab Jadi Arang.

“Santri tidak hanya dituntut untuk berilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Baca Juga  Gelar Turnamen Esport Dihari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1094. Kadispora dan DPRD Secara Simbolis Berangkatkan Team Esport Ke Porprov

Sementara itu, K.H.A. Mujib Imron berpesan kepada para santri agar mereka dapat menjadi teladan bagi masyarakat selama menjalani program P2S. Sekaligus juga mengamalkan segala ilmu yang didapat selama bermukim di pesantren.

“Tunjukkanlah akhlak mulia dan ilmu yang kalian peroleh di pesantren kepada masyarakat,” tuturnya.

Gus Mujib -sapaannya, juga mengingatkan, agar para santri bisa memberikan banyak manfaat selama berbaur dengan masyarakat. Menurutnya, memberi manfaat bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Misalnya, membiasakan anak-anak untuk membaca doa dalam segala aktivitas sehari-hari. Hingga menumbuhkan jiwa nasionalisme dengan menghormati lagu kebangsaan Indonesia Raya maupun lagu kebangsaan warga nahdliyin Yalal Waton.

Baca Juga  Tinggal di Provinsi Ini Bisa Bikin Panjang Umur

“Tapi perlu diingat, mengarahkan dan membimbing, itu beda dengan menggurui. Karena sejatinya ilmu itu ada pada etika. Maka tetap junjung tinggi etika, niatkan untuk berkhidmat kepada Rasulullah, kepada mahaguru Alyasini dan para guru di pesantren,” bebernya. (bt/rif).

Share :

Baca Juga

Lainnya

Kapolres Pasuruan Tinjau TKP Ledakan Rumah di Pasrepan

Lainnya

Paripurna LKPJ 2022, Pertumbuhan IPM Jadi Perhatian Dewan

Lainnya

54 Kades Terpilih Resmi Dilantik. Ada yang Sampai Coret Pajero Sport Pribadi
Pameran : Dibyo dengan karya seninya saat pameran di Episentrum, jakarta selatan

Lainnya

Lukisan Dibyo Tembus ke Negara Korea

Lainnya

Bejat…Pria Paruhbaya Asal Kalirejo Lakukan Pelecehan Seksual Pada Balita

Lainnya

11 Manfaat Buah Lontar Ini Tak Disangka!

Lainnya

Jaringan Narkoba Pandaan Digulung, Polres Pasuruan Sikat Dua Pengedar Sabu dan Ganja

Lainnya

Operasi Gabungan Pol PP dan Bea Cukai Sita Ribuan Rokok Ilegal