Home / Hukum & Kriminal

Jumat, 25 Maret 2022 - 18:55 WIB

Lima Pelajar SMA Advent Purwodadi Penganiaya Junior Dijadikan Tersangka. Satu Diantaranya Masih Di Bawah Umur

Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz

PASURUAN, titiksatu.com – Polisi akhirnya menetapkan tersangka terhadap kasus penganiayaan pelajar SMP Advent. Lima siswa yang merupakan senior kedua korban, ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka pun dijerat pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak dengan subsider 170 KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan bersama-sama. Mereka pun terancam hukuman 5 tahun penjara.

Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz menjelaskan, status lima siswa yang diduga melakukan penganiayaan terhadap dua pelajar juniornya telah dinaikkan. Sebelumnya, lima pelaku yakni B, D, S, J dan A dijadikan sebagai terlapor.

Baca Juga  Ketua ADKASI Jatim Dukung Penundaan Pemilu 2024

Namun setelah cukup bukti, status mereka dinaikkan menjadi tersangka. “Sudah kami naikkan statusnya. Mereka kami jadikan tersangka. Setelah menjalani pemeriksaan, Kamis malam (24/3), mereka ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya.

Menurut Erick, kelimanya menganiaya korban karena melanggar aturan sekolah. Yakni keluar dari sekolah. Hal itu yang akhirnya memicu emosi para pelaku.

Mereka kemudian menganiaya korban, D dan F di dalam kamar asrama salah satu pelaku. Mereka dipukul dan ditendang. Tak hanya dengan tangan kosong tapi juga dengan hanger.

Baca Juga  Dewan Siapkan Opsi, Agar Pedagang Pasar Gondanglegi Tetap Berjualan

“Kami amankan beberapa alat bukti. Termasuk sisa rokok yang digunakan untuk menyundut kedua korban,” terangnya.

Dari kelima tersangka, empat diantaranya masuk dewasa. Karena sudah diatas 18 tahun. Sementara, satu anak, masih anak-anak. Sehingga, satu anak tersebut dipisah dari ruang tahanan dewasa.

“Mereka langsung kami tahan. Ada yang kami pisahkan, karena masih di bawah umur,” imbuhnya.

Kasus ini dipicu, setelah kedua korban keluar sekolah. Keduanya sempat disanksi untuk membersihkan halaman oleh pihak sekolah. Namun malam harinya (19/3), mereka diseret dari kamar asrama.

Baca Juga  Parah...Gara-gara Sakit Hati, Mobil Mertua Dicuri

Dua bocah siswa kelas 3 SMP inipun dipukuli oleh lima seniornya yang duduk di bangku kelas 3 SMA. Mereka dihajar dan diancam. Bila sampai berbicara kepada orang lain atas penganiayaan itu, akan dihajar kembali.

Karena takut, awalnya mereka diam. Hingga kemudian mereka mengadukan apa yang menimpa ke saudara. Dari situlah kedok penganiayaan itu terbongkar. Para pelaku pun dilaporkan ke polisi Rabu malam (23/3). Dan Kamis siang, lima pelaku dijemput dari sekolah. Usai diperiksa, mereka akhirnya dijadikan tersangka. (and/rif)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Usai Ho Ho Hi Hi, Dua Tahanan Polres Pasuruan yang Kabur, Kembali Ditahan

Hukum & Kriminal

Misteri Mayat Bugil di Grati Terkuak, Pelaku Pembunuhan Terancam 15 Tahun Penjara

Hukum & Kriminal

Polres Pasuruan Gembleng Lurah Hingga Ibu PKK Agar Melek Hukum

Berita

Mafia BBM Di Vonis 7 Bulan, Dinilai Tak adil, Pusaka Akan Lapor ke Jamwas dan MA.

Hukum & Kriminal

Ogah Terima Maaf Terdakwa, Korban Penyerobotan Tanah Minta Keadilan

Berita

Astaghfirullah, Seorang Ustad di Kecamatan Beji, Tega Berbuat Seperti Ini Pada Santri Perempuannya

Hukum & Kriminal

DIDUGA DIPUKUL DAN MENINGGAL SATREKSRIM POLRES PASURUAN KOTA MENGUNGKAP FAKTA SEBENARNYA

Berita

Tantang Keabsahan Alat Bukti, Kades Wonosari Ajukan Uji Materi