Home / Lainnya

Senin, 13 Mei 2024 - 23:29 WIB

Lakukan Praperadilan Merk, Pelapor dan Polresta Pasuruan Mangkir

Teks Foto : Kuasa Hukum Deby Sahlan SH, MH dan Rekan lakukan pres rilis didepan Pengadilan Negeri Kota Pasurian.

Teks Foto : Kuasa Hukum Deby Sahlan SH, MH dan Rekan lakukan pres rilis didepan Pengadilan Negeri Kota Pasurian.

PASURUAN, titiksatu.com – Dugaan penyalahgunaan hak merk bantal guling yang melibatkan  pengusaha UMKM asal Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang terkatung-katung selama 1 tahun. Kini berupaya melakukan Praperadilan di Pengadilan Negeri Kota Pasuruan. Senin (13/5/2024) siang.

Praperadilan dihadiri langsung  oleh Sahlan, S.H, S.Pd., M.H., Muhammad Amin, S.H., Zulfia Syatria, S.P., S.H, M.H., selaku kuasa hukum Debi ini menilai, apa yang disangkakan kepada kliennya tidaklah benar melakukan plagiasi dan melawan hukum. Sehingga Debby dan Istrinya (terlapor) ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polresta Pasuruan, karena adanya dugaan penyalahgunaan hak merk produk bantal guling milik Fajar Yuristianto (Pelapor).

“Tuntutan ini tidak masuk akal, dan saya rasa kasus ssngketa ini cacat hukum dan dipaksakan. Hal itu dapat dilihat merk tersebut memiliki perbedan, ada 7 item perbedaan,”ujar Sahlan kepada awak media.

Baca Juga  Operasi Gabungan Pol PP dan Bea Cukai Sita Ribuan Rokok Ilegal

Tidak hanya itu, Sahlan, SH, MH menambahkan, desakan terhadap klien kami sangat luar bisa, sehingga menimbulkan depresi hebat terhadap diri dan keluarganya. Apalagi ada tuntutan 1.6 Miliar.

“Tekanan yang diberikan terhadap klien kami begitu besar. Apalagi prosesnya penanganan sengketa ini menggantung hingga satu tahun terkatung-katung tidak ada kejelasan di polresta, maka langkah yang tepat kita lakukan praperadilan,” tandas Sahlan.

Cukup mengejutkan, ketika dalam sidang Praperadilan, pihak polresta mangkir dan tidak tampak batang hidungnya, bahkan para pihak Fajar Yuristianto (Pelapor) juga tidak dapat hadir sampai sidang selesai.

“Praperadilan ini merupakan langkah awal upaya untuk membebaskan dan memcabut status Deby dan istrinya sebagai tersangka, saya melihat proses penyelidikan polresta pasuruan  terhadap klien kami ini telah cacat hukum,” jelasnya.

Baca Juga  Tujuh Remaja Diduga Terlibat Gangster Diciduk

Ia menambahkan, penetapan tersangka terhadap klien ssharusnya tidak diberikan dan jelaa ini tidak mempunyai legal standing, klien kami sebenarnya telah mendaftarkan merknya sejak 2019 silam,  “Klien kita memiliki merk Harvest  dan pelapor memiliki merk Haverstluxury, ini sangatlah berbeda antara Harvest dan Harvestluxury. Sehingga, perbedaan legal standing untuk menyatakan merk Harvestluxury dan Harvest yang dinyatakan sama oleh Kepolisian Itu hal yang kliru dan salah kaprah,” ucap Sahlan dengan tegasnya.

Berdasarkan pengamatan oleh wartwan ini, logo milik Deby berupa Harvest dan milik Fajar merk Harvestluxury itu terdapat  perbedaan, dengan adanya perbedaan menunjukkan hasil produksi dan merk tidak sama. perbedaan-perbedaan yang sangat mendasar dapat dilihat, sehingga merk produk tersebut tidak bisa disamakan.

Baca Juga  Dua Ratus KK Warga Kedawung Kulon Direndam Banjir

“Coba di analogikan merk AQUA dengan AQUAPES, walaupun sama-sama AQUA tapi ada tambahan kata lain dibelakangnya. Itu dua hal yang sangat berbeda, dua produk hukum berbeda tidak bisa disamakan. Sehingga laporan yang dilakukan oleh Pelapor itu, mestinya tidak naik tersangka,” ujarnya.

Melihat kejanggalan dalam kasus ini, Sahlan  SH, MH dan rekan telah melakukan Praperadilan dan melaporkan ke Propam Mabes Polri. “Upaya ini merupakan langkah kita dalam menegakkan keadilan dan mendapatkan kepastian hukum yang jelas,” tegas Sahlan.(and/rif).

Share :

Baca Juga

Lainnya

Tolak Revisi UU Penyiaran, Puluhan Wartawan Kepung DPRD Kabupaten Pasuruan

Lainnya

Digelontor Rp 1,4 Miliar, Gedung Kelurahan Purwosari Bakal Direlokasi

Lainnya

Kapolres Pasuruan Tegaskan Aman dari Gangster dan Narkoba Saat Mutasi PJU

Lainnya

Ngantuk, Truk Boks Hilang Kendali, Tabrak Bus Hingga Kernet Mati
Solid : ketua Apindo saat bersama legislatif saat usai hiring raperda Kawasan Rokok Terbuka di gedung DPRD

Lainnya

Raperda KTR Tuai Kecaman, Pansus Bakal Lakukan Evaluasi
Teks foto : Gelar Sidang paripurna dprd Kabupaten Pasuruan (29/5/2024)

Lainnya

DPRD Gelar Paripurna, Wakil Ketua Pimpin Rapat

Lainnya

10 Cara Menghilangkan Kecanduan Seks (Aman dan Nyaman)

Lainnya

Turun Dari TSI Prigen, Rombongan Wisatawan Malah Kecelakaan