Home / Berita

Jumat, 23 Juni 2023 - 06:56 WIB

Bupati Pasuruan Terlibat Program Redistribusi Tanah Tambaksari?

PERTANYAKAN : Kalangan NGO saat meminta penjelasan ke BON Kabupaten Pasuruan

PASURUAN, titiksatu.com – Bupati Pasuruan disebut-sebut terlibat dalam program redistribusi tanah di Tambaksari, Kecamatan Purwodadi. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan tersebut, menjadi penanggungjawab sertifikasi dan pendistribusian tanah negara yang menyeret tiga orang sebagai tersangka.

Hal itu terungkap saat kalangan aktivis mendatangi kantor BPN Kabupaten Pasuruan untuk mempertanyakan carut marut redistribusi lahan di Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kamis (22/6). Kasubbag Tata Usaha Kantor BPN Kabupaten Pasuruan, Sukardi menyatakan, pendataan calon penerima redistribusi tanah menjadi ranah PPL dengan diketuai oleh Bupati Pasuruan. PPL itu yang mengumpulkan data untuk proses seleksi hingga penetapan subjek dan objek redistribusi tanah landreform tersebut.

Baca Juga  Pelantikan Ketua dan Wakil Digelar, LIRA Akan Soroti Kinerja DPR

”Mungkin titik kelemahannya ada pada proses seleksi,” kata Sukardi.

Sementara itu, Kepala Penataan dan Pemberdayaan Redistribusi Kantor BPN Kabupaten Pasuruan, Ibnu Bachtiar menjelaskan, selama sosialisasi sudah menekankan bahwa redistribusi tanah diberikan untuk petani penggarap. Jika akhirnya diketahui ada sebagian tanah yang dikuasai orang-orang berduit atau bukan petani penggarap, maka proses seleksi tidak dilakukan secara maksimal.

“Kami akan melaporkan ke BPN pusat, setelah pelepasan redistribusi, banyak yang dijual ke pemilik modal,” beber Ibnu.

Baca Juga  LPA Akan Laporkan Kasus Pengroyokan Anak Hingga Sekarat Ke Mabes Polri

Direktur Pusaka, Lujeng Sudarto mencurigai adanya permufakatan jahat dalam sertifikasi lahan seluas 97 hektar di Desa Tambaksari. Program redistribusi tanah justru dijadikan ajang bancakan para penggede yang memiliki pengaruh kekuasan.

Ironisnya, para petani yang turun temurun menggarap lahan perkebunan ternyata banyak yang tidak menikmati program itu. Mereka justru menjadi korban dengan harus menebus puluhan juta atas lahan garapannya yang diklaim milik Puji Asmoro.

”Ada 250 sertifikat yang disita jaksa. Sedangkan 102 sertifikat masih belum jelas jeluntrungannya sampai sekarang. Tidak menutup kemungkinan masih dikuasai oleh Puji Asmoro,” tuding Lujeng.

Baca Juga  Saksi Persidangan Ungkap Siapa Mafia Merek Sebenarnya, Sahlan SH dan Rekan Buka Kedok Fajar Dalam Sidang

Ia memandang, BPN semestinya juga tersinggung ketika tanah negara yang menjadi obyek redistribusi ternyata diklaim oleh PA alias Puji Asmoro. Apalagi kondisi itu kemudian membuka celah adanya pungutan liar yang harus dikeluarkan petani.

”Kami mensinyalir ada indikasi manipulasi data penerima di tahapan seleksi PPL redistribusi tanah. Penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan harus memeriksa Bupati Pasuruan, untuk mengungkap dugaan manipulasi data tersebut,” tandas Lujeng Sudarto, yang juga kuasa hukum warga Desa Tambaksari. (and/rif)

Share :

Baca Juga

Berita

Waspadai DBD Dimusim Hujan
Optimis : Arwani Thomafi Berikan motifasi dalam peraihan kursi di DPR

Berita

Panasi Mesin Politiknya, Ketua MPR RI Targetkan Ada Tambahan Kursi di DPR

Berita

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat Raih Penghargaan Atas Kinerja Fungsi Penganggaran Pembangunan Daerah

Berita

Vonis Bos Tambang AT Diperberat. Segini Putusan Pengadilan Tinggi
teks foto : Rapat paripurna DPRD dalam pembentukan Aalat Kelengkapan Dewan (AKD) (foto;rif)

Berita

Perombakan AKD DPRD, Golkar Hilang

Berita

DPRD Pasuruan Genjot Pembahasan 36 Raperda

Berita

Terbukti Ngeruk Tanah Bulusari Secara Ilegal, AT Sang Bos Tambang Divonis Bersalah
Teks foto : Serikat buruh saat ikuti arahan bupati H.M Rusdi Sutejo di Gendung Bupati(foto/rif)

Berita

Peringati May Day Buruh Gelar Akasi Damai Di Pandaan